Menu

Tepat Setahun Pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani, Tak Hanya AS, Negara-negara Ini Juga Diduga Terlibat

Siswandi 4 Jan 2021, 00:22
Komandan Pasukan Elite Al Quds Qasem Soleimani. Foto; int/aljazeera
Komandan Pasukan Elite Al Quds Qasem Soleimani. Foto; int/aljazeera

RIAU24.COM -  Iran memperingati haul pertama kematian Mayjen Qasem Soleimani, Komandan Pasukan Elite Al Quds yang tewas dibunuh pada 3 Januari 2020 lalu. Tak hanya meniatkan aksi balas dendam, Iran juga mengungkapkan ada sejumlah negara yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu, selain Amerika Serikat. 

Seperti dilansir media pemerintah Iran depa press. Deustche Welle pada Minggu (3/1/2021), negara yang diduga ikut terlibat tersebut antara lain Irak, Suriah, Lebanon, Yordania, Kuwait, Qatar. Selain negara-negara di kawasan Timur Tengah, dua negara lain yakni Jerman dan Inggris juga diduga ikut terlibat.

Namun seperti dilansir media itu, akan ada lebih banyak negara yang masuk daftar setelah penyelidikan pembunuhan Soleimani selesai.

"Kita harus belajar dari pengalaman ini, yang datang dengan harga yang mahal, dan kita harus melakukan segala upaya untuk menjaga persatuan dan kohesi nasional yang dicapai karena darah para martir," tulis media itu, dilansir rmol.

Pada Rabu (30/12/2020), jaksa penuntut Iran Ali Alqasimehr mengklaim, sebuah perusahaan keamanan Inggris, G4S ikut andil dalam pembunuhan Soleimani. Sedangkan AS menggunakan Pangkalan Udara Ramstein di Jerman barat daya untuk menargetkan Soleimani.

Balas Dendam 
Sementara itu, Kepala Pengawal Revolusi Iran, Hossein Salami, bersumpah untuk menanggapi setiap tindakan yang diambil "musuh".

"Kami di sini hari ini untuk mengevaluasi dan memastikan kemampuan kuat kami di laut dan melawan musuh yang terkadang membual dan mengancam," tegasnya. 

"Kami akan menanggapi dengan pukulan timbal balik, tegas dan keras untuk tindakan apa pun yang akan dilakukan musuh terhadap kami," tambah dia.

Hal senada juga dilontarkan pengganti Soleimani, Esmail Ghani. Menurutnya, Iran siap membalas kematian sang Mayor Jenderal itu.

"Dari dalam rumah Anda sendiri, mungkin akan muncul seseorang yang akan membalas kejahatan Anda. Kejahatan Amerika tidak akan menghalangi pasukan Quds untuk melanjutkan jalur perlawanannya," tegasnya.

Untuk mengingat kembali, pada 3 Januari 2020 lalu, Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan pesawat tak berawak ke konvoi militer Soleimani ketika ia menjadi tamu kenegaraan di Baghdad, Irak. 

Sebagai balasan dari insiden tersebut, Iran gantian meluncurkan serangkaian roket ke pangkalan udara AS di Irak. ***