Menu

Pengacara Puskopkar Sayangkan Peristiwa Kekerasan Terhadap Pekerja Kebunnya di Rohul, E Sangur: Proses Hukum Dengan Cepat

Riki Ariyanto 9 Jan 2021, 17:25
Pengacara Puskopkar Sayangkan Peristiwa Kekerasan Terhadap Pekerja Kebunnya di Rohul, E Sangur: Proses Hukum Dengan Cepat (foto/ist)
Pengacara Puskopkar Sayangkan Peristiwa Kekerasan Terhadap Pekerja Kebunnya di Rohul, E Sangur: Proses Hukum Dengan Cepat (foto/ist)

Terkait peristiwa tersebut, E. Sangur membeberkan, pada hari kejadian itu, sekitar pukul 16.00 WIB, sekelompok orang yang tidak dikenal, datang menggunakan 3 mobil sekitar 30-an orang, tiba di lokasi kebun dan memaksa masuk di dalam perkarangan kebun yang terpagar.

"Saat masih di pintu pagar, mereka sudah sempat menampar seorang penjaga. Lalu setelah masuk, mereka juga sempat memukul seorang anggota lainnya, karena kedapatan merekam peristiwa tersebut. Sehingga hape diambil paksa untuk mengamankan Sim Card-nya, sambil menodongkan senjata api dan parang di leher," beber E. Sangur.

Lalu setelah berhasil menguasai lapangan, para pekerja kebun yang berjumlah sekitar 17 orang, dipaksa oleh orang-orang tersebut untuk mengosongkan lokasi kebun, karena mereka mengaku sebagai pemilik kebun yang berasal dari Medan. Mereka juga melakukan swipping di rumah dan kantor yang ada di lokasi tersebut.

"Untuk menghindari ricuh, anggota memilih mengosongkan lokasi. Namun tak lama setelah itu, aparat datang ke lokasi, seperti Kepala Dusun, Babinsa dan sejumlah personil kepolisian," katanya.

Kemudian oleh aparat, kelompok masa tadi diminta keluar dari lokasi kebun dan mereka pun akhirnya keluar sekitar pukul 19.00 WIB dan memilih berkumpul di sebuah tempat sekitar 2 kilometer dari lokasi kebun. 

"Setelah itu, anggota kita kembali masuk ke lokasi kebun, tapi beberapa barang sudah ditemukan hilang, seperti handphone, sepatu, termasuk sejumlah uang puluhan juta, karena mereka baru siap gajian," tambahnya. 

Halaman: 123Lihat Semua