Terkait Tewasnya H Permata, Dua Paguyuban Bugis Datangi Bea Cukai Tembilahan

Minggu, 17 Januari 2021 | 17:44 WIB
foto. Istimewa foto. Istimewa

RIAU24.COM - Puluhan massa yang berasal dari Dua paguyuban suku Bugis yaitu Pallapi Arona Ugi'e (PAO) serta Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)  mendatangi Kantor KPPBC TMP C Tembilahan, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu 16 Januari 2021 sekitar pukul 14.30 Wib.

Kedatangan mereka bermaksud ikut meminta penjelasan terkait kasus tewasnya H Permata yang tertembak saat operasi penggagalan penyelundupan rokok ilegal di Perairan Sungai Bela, Kecamatan Kuindra Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat 15 Januari 2021 kemarin.

Baca Juga: Polisi Lakukan Pemeriksaan Terhadap Model Cantik Alesya Kafelnikova Asal Rusia yang Nekat Foto Telanjang Di Punggung Gajah

Kedatangan tersebut merupakan yang kedua kalinya karena sehari sebelumnya pihak paguyuban PAO juga mendatangi kantor BC Tembilahan namun saat itu belum ada keterangan apapun.

Pengurus KKSS dan PAO yang bergabung dengan awak media disambut langsung oleh Kepala KPPBC TMP C Tembilahan, Ari Wibawa Yusuf dengan pengamanan dari pihak Bea Cukai sendiri dan dibantu Kepolisian serta TNI.

Pada sesi tanya jawab, kedua paguyuban ini ingin memperjelas terhadap peristiwa tersebut terutama terkait tewasnya H. Permata yang diketahui pernah menjabat sebagai Ketua KKSS Kota Batam.

Baca Juga: Kisah Mengerikan Para Pembantu Rumah Tangga di Singapura, Dipukuli dan Disiksa Sampai Tewas Secara Mengenaskan

Pihak Paguyuban juga memaksa kepada Bea Cukai Tembilahan untuk segera membuka siapa oknum yang melepas peluru ke dada H. Permata hingga diketahui tewas.

Suasana semakin memanas ketika pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan massa paguyuban ternyata belum bisa dijawab oleh Kepala BC Tembilahan karena kasusnya memang masih dalam proses penyelidikan di Tanjung Balai Karimun.

Karena suasana terlihat semakin tidak kondusif, sekira pukul 15.10 WIB, Kepala BC Tembilahan masuk ke dalam gedung kantor yang ditutup dengan pintu kaca sehingga tidak lama berselang massa dari paguyuban pun membubarkan diri. FRN

PenulisR24/amri



Loading...

Terpopuler

Loading...