Balita Dua Tahun di Inhil Derita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan
Balita Dua Tahun di Inhil Derita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan (foto/rgo)
“Saat ini tidak ada pemasukan, karena tanaman yang saya tanam di kebun orang terkena banjir. Biasanya hasil panen saya jual di pasar. Tapi karena kebun terendam saya sama sekali tidak ada penghasilan,” sebutnya.
Selain bercocok tanam, Ia mengakui bahwa memiliki usaha tempe namun tetap tidak mampu menopang kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: HIPMI Inhil dan Mahasiswa Desak BPH Migas Tunda Penerapan Aplikasi XSTAR untuk Pembelian BBM Subsidi
“Kalau saya cerita mungkin orang tidak percaya. Kami hidup sekarang ini lebih banyak dibantu sama keluarga. Memang punya usaha tempe namun tidak cukup,” sebutnya.