Miliki Kesamaan DNA Dengan Manusia, Orangutan di Borneo Dites Sebelum Dilepas

Kamis, 25 Februari 2021 | 10:24 WIB
google google

RIAU24.COM -  Sepuluh orangutan hasil penyelamatan dilepaskan di Kepulauan Borneo, Kalimantan awal Februari lalu. Pelepasan ini merupakan pertama kali sejak pandemi virus corona melanda Indonesia.

Pelepasan ini sempat ditunda selama setahun karena pandemi, bahkan para orangutan dipulangkan melalui helikopter guna mengurangi potensi terpapar virus Covid-19.
Baca Juga: Nikita Mirzani Sebut Permasalahan Siti Badriah dan Lesti Kejora Hanya Settingan : Kalian Mau Aja Dibohongin


"Kami menjamin semua staff dan orangutan yang meninggalkan pusat rehabilitasi kami aman dari Covid-19 dan penyakit lainnya. Kami sudah melakukan banyak tes untuk memastikan mereka semua terbebas dari covid," Kata Jamartin Sihite, CEO Yayasan Orangutan Borneo.

Memiliki kesamaan tingkat DNA hingga 97% dengan manusia membuat orangutan sama rentannya dengan manusia untuk terpapar berbagai jenis virus, sehingga para konservasionis sangat serius menangani kemungkinan infeksi corona pada orangutan.

Baca Juga: Klaim Bima Arya, Sebut kasus Persidangan Demi Warga, Netizen: Demi Penguasa
"Cara kita mengetahui orangutan terjangkit Covid-19 adalah dengan melihat gejala klinisnya, apabila orangutan menunjukkan gejala pernafasan maka bisa jadi dia terjangkit. Juga, jika salah satu karyawan dinyatakan positif Covid-19 maka akan dilakukan tes pada orangutan yang memiliki kontak erat dengan karyawan tersebut," kata Dokter Hewan Yayasan Orangutan Borneo, Vivi Dwi Santi.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...