Karena Serba Kekurangan, Banyak Penduduk di Negara Afrika terpaksa Mengolah Tanah Untuk Dijadikan Makanan

Kamis, 08 April 2021 | 09:17 WIB
google google

RIAU24.COM -  Data dari International Monetary Fund World Economic Outlook menunjukkan bahwa saat ini sebagian besar negara dengan PDB per kapita terendah datang dari benua Afrika yang sebenarnya kaya akan mineral alam.

Lebih dari setengah penduduk Afrika hidup sebagai petani kecil dan pertanian adalah pilar utama ekonomi di benua itu.

Karena serba kekurangan, banyak penduduk di negara Afrika terpaksa mengolah tanah untuk dijadikan makanan.

Baca Juga: Dalam Upaya Meningkatkan Tingkat Perlindungan, China Mempertimbangkan Untuk Mencampur Vaksin COVID-19

Memang ada kaum pemakam tanah di dunia, mereka tidak hanya makan tanah, tetapi juga cara makannya juga beragam. Banyak orang kulit hitam memiliki tradisi makan tanah.

Sapanci kue tanah atau kue yang terbuat dari lumpur segar siap dihidangkan, tampak seorang penduduk setempat sedang menata kue tanah yang akan segera dibagikan untuk semua orang.

Orang-orang Afrika mencampurkan air dan lumpur, lalu membentuknya menjadi kue, kemudian menyantapnya setelah dijemur kering.

Baca Juga: Rencana China Untuk Membuat Bendungan Super Himalaya Memicu Ketakutan di India

Semua kue lumpur ini dijemur dibawah dibawah terik sinar matahari sampai airnya kening dan bakterinya mati, dengan begitu aroma kue lumpur baru akan terasa.

Padahal, dengan memakan kue ini, sudah dapat dipastikan mereka akan mendapat risiko buruk​.​ Diantaranya adalah penyakit seperti sakit perut hingga kekurangan gizi. Konsumsi makanan yang tidak bersih karena mengandung kotoran ​dengan ​kemungkinan beracun dan berparasit.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...