Perubahan Ongkos Haji 2021, Asita Riau Harap Pemerintah Beri Subsidi Jamaah

Kamis, 15 April 2021 | 15:53 WIB
Perubahan Ongkos Haji 2021, Asita Riau Harap Pemerintah Beri Subsidi Jamaah (foto/ist) Perubahan Ongkos Haji 2021, Asita Riau Harap Pemerintah Beri Subsidi Jamaah (foto/ist)

RIAU24.COM - Ongkos Naik Haji (ONH) 2021 disinyalir bakal naik jauh dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2020, ongkos haji masih Rp35.235.602 atau sama dengan tahun 2019.

Menanggapi hal ini Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Pemerintah, DPP Association of Indonesia Tour and Travel Agency (ASITA), Dede Firmansyah berharap pemerintah bisa membantu masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah haji. "Bisa dengan memberikan subsidi untuk biaya tambahan ini, tentu ini bagi masyarakat yang benar-benar tidak ada penghasilan lagi," harap Dede Firmansyah.

Bagi Dede selama masa pandemi  COVID-19 ini, perekonomian dunia belum pulih sepenuhnya. Termasuk yang di rasakan oleh masyarakat Indonesia. Dede beranggapan kalau ongkos haji naik, bukan tidak mungkin banyak masyarakat menengah ke bawah membatalkan keberangkatannya untuk haji tahun 2021.

Baca Juga: Di Riau Hari Ini, 327 Orang Positif Covid-19, 452 Sembuh dam 14 Meninggal

“Sebagian masyarakat saat hendak mengambil porsi naik haji, mereka sampai nyicil untuk mengumpulkan uangnya. Ada dari hasil menjual sawah, ada dari hasil menjual hewan ternak, ada juga yang menabung belasan tahun baru bisa mengambil porsi hajinya, tidak terbayangkan, di masa Pandemi COVID-19, tak dapat apa-apa, ditambah naiknya Ongkos Naik Haji, kasihan sekali mereka," kata Dede.

Dede harap Pemerintah Pusat harusnya bisa membantu mensubsidi biaya tambahan haji tersebut. “Kalau dapat disubsidi, kenapa tidak, Pemerintah tentu bisa mengupayakan, mengalokasi dana bagi mereka yang benar-benar terbebani atas wacana kenaikan ongkos haji tersebut,” harap Dede.

Baca Juga: Kapolda Riau Pimpin Sertijab Empat PJU Polda Riau

Sebagai informasi, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengatakan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 ini berganti dari Rp35 juta menjadi Rp44 juta atau mengalami kenaikan Rp 9,1juta.

Bertambahnya Rp9,1 juta itu untuk membiayai Protokol Kesehatan (Protkes) yang itu senilai Rp 6,6juta dan di tambah dengan kenaikan nilai tukar dollar yang mengakibatkan biaya hotel dan katering ikut naik.

PenulisR24/riki


Loading...
Loading...