Presiden AS dan Perdana Menteri Jepang Gosipin Keburukannya, China Langsung Kebakaran Jenggot

Sabtu, 17 April 2021 | 16:56 WIB
Joe Biden & Suga Joe Biden & Suga

RIAU24.COM -  Pertemuan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, di Washington D.C, Jumat (16/4) membuat Pemerintah China kebakaran jenggot. Apalagi salah satu tema yang dibahas kedua pemimpin itu adalah masalah Taiwan dan ancaman China di sejumlah kawasan.

Pertemuan Biden dan Suga itu memang fokus mendiskusikan ancaman yang ditimbulkan oleh China mulai dari sengketa pulau di Laut China Timur dan Selatan, isu Taiwan, Hong Kong, hingga dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang menimpa etnis minoritas Uighur di Xinjiang.

Baca Juga: Diduga Ingin Memicu Kerusuhan, 4 Warga Palestina Tewas Ditembak Aparat Israel di Tepi Barat

Melalui pernyataan, kedutaan besar China untuk AS menegaskan, "Taiwan, Hong Kong, dan Xinjiang, adalah urusan dalam negeri China dan tidak boleh diganggu."

Dikutip Reuters, menurut kedubes China, pernyataan bersama Biden dan Suga juga telah melampaui ruang lingkup hubungan bilateral normal, merugikan kepentingan pihak ketiga, dan mengancam perdamaian serta stabilitas di kawasan.

Suga menjadi pemimpin negara pertama yang bertemu tatap muka dengan Biden sejak menjabat di Gedung Putih pada 20 Januari lalu.

Dalam pertemuan perdana itu, Suga dan Biden sepakat mengambil langkah tegas untuk bersatu melawan china.

Baca Juga: Demi Cegah Korupsi, Pemerintah Negara Ini Larang PNS dan Anggota Komunis Pesta Ulang Tahun

"Kami akan bekerja sama untuk membuktikan bahwa demokrasi masih dapat bersaing dan menang di abad ke-21. Kami berkomitmen untuk bekerja sama menghadapi tantangan dari China dan masalah-masalah seperti Laut China Timur, Laut China Selatan, serta Korea Utara," kata Biden dalam pernyataan bersama Suga, dikutip dari AFP.

Sementara itu, Suga mengatakan bahwa Biden menegaskan kembali Perjanjian Keamanan AS-Jepang yang mencakup pulau di perairan Senkaku atau Diaoyu. Selama ini, China mengklaim pulau yang selama ini dikontrol Jepang itu sebagai wilayah kedaulatan mereka.

"Kami setuju untuk menentang segala upaya untuk mengubah status quo dengan kekerasan atau paksaan di laut China Timur dan Selatan dan intimidasi terhadap orang lain di kawasan itu. Kebebasan, demokrasi, hak asasi manusia dan supremasi hukum adalah nilai-nilai universal yang menghubungkan aliansi kita," ucap Suga.***

PenulisR24/saut


Loading...

Terpopuler

Loading...