Lusinan Warga Sipil Tewas dalam Aksi Protes, Presiden Kolombia Tarik Kebijakan Kenaikan Pajak

Selasa, 04 Mei 2021 | 09:05 WIB
UPI UPI

RIAU24.COM -  Presiden Kolombia, Ivan Duque akhirnya menarik kebijakan kenaikan pajak nasional karena banyaknya warga sipil yang tewas dalam aksi protes menentang hal tersebut.

Ivan Daque menyampaikan keputusannya untuk menarik kebijakan ini lewat pesan video yang ditayangkan pada hari Minggu (2/5). Pada Jumat sebelumnya (30/4) ia juga berjanji untuk menghapus beberapa ketentuan RUU yang menimbulkan kemarahan warga hingga memunculkan aksi protes.
Baca Juga: Serangan Israel Terus Meningkat, Bagaimana Keadaan Ekonomi Palestina?


"Saya meminta Kongres untuk mencabut undang-undang yang diusulkan oleh kementerian keuangan dan segera memproses undang-undang baru untuk menghindari ketidakpastian keuangan," ujarnya.

Menteri Keuangan Kolombia, Alberto Carrasquilla mengumumkan pengunduran dirinya Senin ini, (3/5).

Awalnya, lewat kebijakan itu, pemerintah berencana untuk menaikkan pajak bagi masyarakat yang berpenghasilan lebih dari $ 656 per bulan, juga meningkatkan jumlah barang yang dikenakan pajak pertambahan nilai.

Baca Juga: Alasan Israel Gempur Jalur Gaza Terkuak, Ini Jawabannya
Kebijakan ini merupakan buah dari lonjakan COVID-19 yang dihadapi Kolombia, dengan 2.905.254 orang yang dilaporkan terinfeksi dan 75.164 orang dinyatakan meninggal.

Aksi protes yang dilakukan warga dimulai pada Rabu lalu (28/4), setidaknya 18 warga sipil dan satu petugas polisi tewas.

Kepolisian nasional mengatakan ada lebih dari 540 petugas terluka selama protes dan 100 bus dirusak hingga dibakar. 

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...