Gusar China Ungguli Ekonomi Pasar, Jepang Susun Strategi

Selasa, 04 Mei 2021 | 09:30 WIB
PM Jepang: Yoshihide Suga PM Jepang: Yoshihide Suga

RIAU24.COM -  Jepang dikabarkan akan membangun saluran keamanan ekonomi yang dapat mencegah kebocoran teknologi dan kekayaan intelektual Jepang yang ditakutkan akan menguntungkan China.

Kementerian Ekonomi dan asosiasi industri utama, menginisiasi gagasan ini. Toyko dinilai tengah menyusun strategi untuk melawan ancaman ekonomi China. 
Baca Juga: Asyik Video Call Dengan Suami, Wanita Ini Tewas Diterjang Rudal Israel


Menurut situs beita Jepang, China telah mempengaruhi kebijakan luar negeri dan kegiatan bisnis di antara mitra dagang. Karenanya, Jepang bertujuan untuk membangun rantai pasokannya sendiri agar tak bergantung pada China.

"Inilah mengapa pemerintah Jepang bermaksud untuk membentuk organisasi publik-swasta bersama untuk menangani masalah keamanan ekonomi," bunyi tulisan di situs berita tersebut.

Keputusan yang diambil ini juga berkaitan dengan perjanjian bilateral Jepang dengan Amerika Serikat sebelumnya.

Baca Juga: Selain Bill Gates, Ini 5 Orang Terkaya Dunia Yang Juga Ceraikan Istri
Bulan lalu, setelah pertemuan Presiden AS Joe Biden dengan Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, gedung putih mengatakan bahwa kedua belah pihak akan bermitra dalam rantai pasokan, termasuk pada semikonduktor, mempromosikan dan melindungi teknologi penting bagi kemakmuran kedua negara.

Minggu lalu, Biden sempat menyampaikan bahwa China adalah pesaing paling serius bagi Amerika Serikat.

Biden mengatakan Amerika Serikat tertinggal dalam teknologi dan China mengungguli dengan cepat.

"Kita harus mengembangkan dan mendominasi produk dan teknologi masa depan: baterai canggih, bioteknologi, chip komputer dan energi," ujar Biden.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...