Aktivis Gaza Palestina Ini Sebut Video Cristiano Ronaldo Tolak Salam Presiden Israel Itu Hoax

Selasa, 18 Mei 2021 | 05:45 WIB
Aktivis Gaza Palestina Ini Sebut Video Cristiano Ronaldo Tolak Salam Presiden Israel Itu Hoax (foto/int) Aktivis Gaza Palestina Ini Sebut Video Cristiano Ronaldo Tolak Salam Presiden Israel Itu Hoax (foto/int)

RIAU24.COM -  Belakangan ini viral video Cristiano Ronaldo atau CR7 berseragam Real Madrid menolak salaman dengan seseorang yang disebut sebagai 'Presiden Israel'. Video itu menjadi ramai bertepatan dengan konflik Israel yang menyerang Palestina dan puluhan anak-anak di sana terbunuh. 

Namun Muhammad Husein, aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang menetap di Gaza, Palestina menegaskan video tersebut hoax atau kabar bohong. Melalui akun instagramnya @muhammadhusein_gaza meminta agar warganet Indonesia teliti sebelum membagikan sesuatu. 

"Melalui postingan ini saya katakan bahwa berita itu adalah "HOAX". Sosok pria tua berrambut putih di video tersebut bukan presiden Israel, tapi Michael Platini, legenda sepak bola yang sempat menjabat sebagai President UEFA periode 2007 2015. Video di atas terjadi pada tahun 2014, tahun dimana Cr7 mendapatkan penghargaan balon d or yang menurut Platini tidak pantas ia dapatkan. CR7 pun teringgung dan marah lalu menolak berjabat tangan dengan Platini," sebutnya. 

Baca Juga: Hantamkan Mobilnya ke Tentara Israel, Wanita Palestina Ditembak Mati

"Teman teman, tolong seribu tolong, jangan latah, jangan gampang nge share kalau sumber nya gak jelas dan gak kredible. berat pertanggung jawabannya di akherat kalo kita ngeshare berita bohong. makanya cek n ricek dulu. kalau belum yakin, jangan ikut ikutan share," saran Muhammad Husein. 

Langsung postingan itu dikomentari warganet. @rere_uniqua: "Sudah kuduga kak."

@Sri_herawati58: "Syukron Akhi infonya Semoga kita selalu menjadi orang yang tidak ikut ikutan menyebar hoax."

Baca Juga: Dikhawatirkan Sakit Jantung, Kim Jong Un yang Semakin Kurus Belum Tunjuk Penerusnya

@Aryacaniago313: "Ronaldo juga salah satu simpatisan Palestina."

PenulisR24/riki


Loading...
Loading...