4 Kabar Terbaru KRI Nanggala 402, Salah Satunya Lumpur Hambat Evakuasi Jasad Awak Kapal

Rabu, 19 Mei 2021 | 06:54 WIB
KRI Nanggala 402. Foto: Internet KRI Nanggala 402. Foto: Internet

RIAU24.COM - Setelah dinyatakan tenggelam, berbagai upaya terus dilakukan dengan KRI Nanggala 402.

Termasuk dengan melibatkan negara luar dalam proses pencarian kapal selam buatan Jerman tersebut.

Dikutip dari okezone.com, Rabu, 19 Mei 2021, salah satu kabar terbaru tentang keberadaan KRI Nanggala 402 yakni telah ditemukannya lokasi kapal.

Baca Juga: Tanggapi Sang Kakak Yang Lebih Sepemahaman Dengan Aa Gym, Ghaza : Saya Tidak Habis Pikir, Ibu Saya Dibentak-bentak, Dimarahi

Pangkoarmada II TNI AL, Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto menyebutkan jika beberapa bagian dari KRI Nanggala 402 telah ditemukan. Temuan itu seperti anjungan (bow section), haluan (sail section), serta buritan (stern section).

Selain temuan kapal, kabar kedua dari kegeradaan KRI Nanggala 402 adalah ke-53 jasad awak kapal tertimbun kawah misterius.

Kapal Tan Suo Er Hao milik China menemukan kawah di lokasi tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan Bali utara.

Baca Juga: Tanggapi Sang Kakak Yang Lebih Sepemahaman Dengan Aa Gym, Ghaza : Saya Tidak Habis Pikir, Ibu Saya Dibentak-bentak, Dimarahi

Di kawah itu, diduga badan tekan (pressure hull) kapal yang di dalamya berisi 53 awak KRI Nanggala. Kawah itu berada di kedalaman 839 meter dengan diameter kurang lebih 38 meter dengan kedalaman kawah 10-15 meter.

Kabar berikutnya adalah kejadian yang menimpa KRI Nanggala 402 murni kecelakaan, bukan meledak. Hal ini dibernarkan langsung oleh Panglima Komando Armada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto.

"Kalau meledak kapal-kapal kami yang melakukan evakuasi dan mempunyai kemampuan sonar mendengarkan suara di dalam air, pasti mendengar karena ingat pada saat latihan penembakan dengan torpedo kepala latihan," sebutnya.

Kabar yang terakhir yaitu batas tenggat waktu proses evakuasi KRI Nanggala 402 adalah 26 Mei 2021.

"Mungkin (evakuasi) akan sampai dengan akhir bulan Mei ini, tanggal 26 Mei ini. Setelah itu kita akan berkomunikasi secara intensif bagaimana jalan keluarnya," kata Isnurwanto.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...