Menu

Gara Gara Ingin Menguasai Fasilitas di LAM Kota Pekanbaru Bob Diringkus Bersama Kawan Kawan, J DPO

Dahari 22 May 2021, 21:00
Tersangka TS alias Bob pelaku pelemparan kepala anjing
Tersangka TS alias Bob pelaku pelemparan kepala anjing

RIAU24.COM - Tim Opsnal Ditreskrimum Polda Riau menangkap TS alias Bob (37), pelaku aksi teror pelemparan kepala anjing dirumah Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Muspidauan serta turut serta dalam percobaan pembakaran di rumah M Nasir Penyalai. Pelaku TS alias Bob sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Sabtu 22 Mei 2021 membenarkan dengan penangkapan tersebut.

"Ts tertangkap di rumah keluarganya di Jalan Lintas Timur, Desa Puncak Indah, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau Kamis 20 Mei 2021 pukul 17.00 Wib,"ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto.

Diutarakan Kombes Pol Narto, tersangka TS alias Bob merupakan pelaku pelemparan kepala anjing dirumah Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Muspidauan serta turut dalam percobaan pembakaran di rumah M Nasir Penyalai bersama-sama Iwan, Didi, dan Boy yang diamankan sebelumnya. 

"Dari penangkapan TS alias Bob polisi berhasil mengamankan barang bukti 3 unit handphone. Dengan penangkapan TS alias Bob ini, masih ada yang DPO atau belum tertangkap, yaitu J yang merupakan otak pelaku,"bebernya lagi.

Narto kembali menjelaskan, aksi teror tersebut dilatar belakangi ada oknum tidak senang dengan hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) LAM (Lembaga Adat Melayu) Kota Pekanbaru, beberapa waktu lalu disalah satu hotel. Dimana saat itu, humas Kejati Riau, Muspidauan yang terpilih sebagai Ketua harian LAM Kota Pekanbaru.

"Kasus ini dilatarbelakangi Musda LAM Kota Pekanbaru, dimana dalam musyawarah tersebut ada pergantian kepemimpinan. Yang terpilih menjadi Ketua hariannya adalah Muspidauan Kejati Riau,"ujarnya

Kemudian selain ada yang tidak senang dengan terpilihnya Muspidauan sebagai Ketua Harian LAM Kota Pekanbaru, ternyata oknum yang melakukan teror itu juga ingin menguasai fasilitas yang ada di LAM Kota Pekanbaru.

"Tujuannya adalah supaya mereka bisa tetap eksis di property yang dimiliki LAM Kota Pekanbaru,"ucapnya.

"Untuk diketahui, aksi teror itu terjadi sejak 3 Maret 2021, pelemparan bensin ke rumah warga bernama Nasir. Kemudian 4 Maret 2021 aksi teror kembali terjadi di Rumah Ketua NU Riau, dengan cara mencoret dinding rumah dengan kata-kata kasar. Lalu terakhir 5 Maret 2021, aksi teror terjadi di rumah Humas Kejati Riau, Muspidauan," pungkasnya.