Staf Panti Asuhan Ini Ditangkap Karena Menyodomi Dua Anak Yatim Hingga Puluhan Kali

Jumat, 04 Juni 2021 | 11:14 WIB
Foto : Fakta News Foto : Fakta News

RIAU24.COM -  Seorang pria berusia 35 tahun yang bekerja di sebuah panti asuhan di Perak ditangkap setelah dia diduga mencabuli dua saudara laki-laki, berusia 10 dan 13 tahun, di pusat tersebut.

Menurut Kepala CID Perak Asst Comm Anuar Othman, insiden itu dilaporkan ke polisi setelah paman mereka mulai melihat perubahan perilaku dan sikap dari anak laki-laki ketika dia membawa mereka ke rumahnya untuk liburan di Kampung Kepayang, lapor Astro Awani.

Setelah anak-anak itu diinterogasi, mereka mengatakan bahwa tersangka melakukan pelecehan seksual dan mencoba menyodomi mereka di beberapa lokasi, termasuk asrama lama dan asrama baru di panti asuhan mereka dan selama perjalanan liburan ke Cameron Highlands.

Baca Juga: Mirip Seperti Kasus di Indonesia, Petugas Lab Swasta Di Negara Ini Ditangkap Usai Memalsukan Lebih Dari 400 Ribu Hasil Tes Swab Negatif

"Kedua korban telah menceritakan insiden pertama penyerangan ketika mereka dan dua teman lainnya diundang pada liburan satu bulan ke Cameron Highlands pada awal November tahun lalu," kata Anuar Othman.

"Kejadian itu berulang berkali-kali dan terakhir April lalu saat tersangka mencoba menyodomi korban di sebuah rumah di Bandar Seri Botani, Ipoh. Selama periode kejadian, kedua korban tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada siapa pun kecuali paman mereka."

Baca Juga: Kesal Dengan Suara Tangisan, Pria Ini Memukuli Sang Putra dan Ancam Akan Menggantung Istrinya

Ia menambahkan, kedua korban telah dibawa ke Rumah Sakit Raja Permaisuri Bainun (HRPB) untuk dilakukan pemeriksaan. The Star melaporkan bahwa tidak ada laserasi, abrasi, bekas luka, hematoma, atau bukti trauma tumpul yang terdeteksi.

Sedangkan tersangka memberikan keterangan pada Jumat (28 Mei) dan akan dijebloskan ke dalam penjara hingga 5 Juni. Kasus ini juga sedang diselidiki sesuai dengan Pasal 14 (a) dan (d) Undang-Undang Pelanggaran Seksual terhadap Anak 2017.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...