SKK Migas - Chevron Latih Guru SD Dukung Restorasi Gambut

Sabtu, 05 Juni 2021 | 15:26 WIB
Foto bersama peserta Training of Trainer bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Edi Sakura saat pembukaan Edukasi Gambut Untuk Guru SD di Kabupaten Bengkalis Foto bersama peserta Training of Trainer bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Edi Sakura saat pembukaan Edukasi Gambut Untuk Guru SD di Kabupaten Bengkalis

RIAU24.COM -  DURI - Guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan di masa depan, SKK Migas – PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melaksanakan Training of Trainer (ToT) Edukasi Perlindungan Gambut untuk guru sekolah dasar di Kabupaten Bengkalis pada 4-6 Juni 2021. 

Pelatihan ini dilakukan dengan tujuan agar guru-guru dapat menanamkan pendidikan kepada anak-anak didik mereka di sekolah dasar mengenai pentingnya kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. 

Baca Juga: Di Riau Hari Ini, 327 Orang Positif Covid-19, 452 Sembuh dam 14 Meninggal

Guru-guru yang sudah dilatih akan memberikan edukasi kepada anak didiknya yang duduk di kelas 4 - 6 SD tentang manfaat Pelatihan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) bagi lahan gambut. Diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan pada anak didik guru-guru tersebut dan mendorong mereka menjadi penjaga lingkungan saat dewasa. 

Dalam kegiatan yang dilakukan secara hybrid tersebut, hadir secara daring Kadis Pendidikan Kabupaten Bengkalis Edi Sakura, S.Pd, M.Pd, Kapokja Edukasi dan Sosialisasi BRGM Dr. Suwignyo Utama, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut

yang diwakili Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan SKK Migas Sumbagut Supriyono dan Manager Corporate Affairs Asset North Rudi Arief. Kegiatan ini diikuti oleh guru sekolah dari dari empat desa yakni Desa Petani, Desa Bumbung, Desa Sebangar dan Desa Balai Makam. Selain daring, acara ini juga dilaksanakan secara luring di Hotel Grand Zuri – Duri, Bengkalis. 

“SKK Migas selalu mendukung Program Pengembangan Masyarakat yang dilakukan KKKS baik melalui dana cost recovery maupun sole cost dan kami mengapresiasi PT CPI yang  telah menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan melalui program konservasi gambut yang bekerja sama dengan BRGM dan Dinas Pendidikan Bengkalis”, ujar Supriyono. 

Baca Juga: Kapolda Riau Pimpin Sertijab Empat PJU Polda Riau

“Terima kasih kepada Chevron yang sudah ikut berkontribusi dalam program konservasi gambut yang bekerja sama dengan BRGM dan Dinas Pendidikan Bengkalis. Diharapkan apa yg didapatkan hari ini dapat disebarkan bukan hanya ke anak didik tapi juga ke masyarakat.” ujar Edi Sakura Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis. Edi juga menekankan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari paparan COVID-19. 

“Penerapan PLTB akan menjadi masa depan gambut di Indonesia, guru-guru sekolah dasar adalah ujung tombak yang perlu dibekali pengetahuan sekaligus metode belajar untuk pembelajaran sadar lingkungan. Sehingga ke depan akan menjadi perilaku baru yang diharapkan dapat mendukung restorasi gambut di Riau,” kata Rudi Arief. Pelaksanaan kegiatan PLTB ini dibiayai melalui alokasi dana investasi sosial PT CPI (sole cost). 

Pada pelatihan yang ditaja oleh Cakra Konsulting ini, guru-guru tersebut akan dibekali tentang pentingnya menjaga gambut dan teknik pengelolaan gambut yang ramah lingkungan. Selain itu, mata pelaran matematika, IPA dan Bahasa Indonesia akan diintegrasikan dengan edukasi gambut serta pembelajaran dengan alat peraga. 

Program PLTB ini merupakan bagian dari program investasi sosial PT CPI di bidang lingkungan. Pada tahap pertama tahun lalu, masyarakat mulai berhasil menerapkan implikasi PLTB ke lahan gambut milik mereka. Sebanyak hampir tiga ton timun berhasil dipanen pada acara panen bersama di Kepenghuluan Bangko Sakti, Kecamatan Bangko. Hasil panen tersebut ditanam di lahan gambut yang sebelumnya masyarakat enggan menggarap lahan tersebut karena belum memiliki tehnik-tehnik yang membuat lahan gambut produktif. 

Program-program lingkungan lainnya antara lain Penyelamatan Gajah Sumatra; Program Bank Sampah di Pekanbaru, Bengkalis, dan Siak bekerja sama dengan Universitas Lancang Kuning; dan Konservasi Mangrove bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).***/rls

 
PenulisR24/saut


Loading...
Loading...