Ahli Syaraf Ungkap Dengan Pasien COVID-19 yang Kritis Akan Menghadapi Resiko Mematikan Seperti Ini

Jumat, 11 Juni 2021 | 13:57 WIB
Foto : Indiatimes Foto : Indiatimes

RIAU24.COM - COVID-19 bukan hanya penyakit pernapasan, tetapi juga mempengaruhi otak, menurut ahli saraf sesuai laporan di India Today.

Sebuah penelitian kecil di Georgia State University menemukan bahwa ada pengurangan volume materi abu-abu di lobus frontal otak pada kasus yang parah.

Ini terjadi pada pasien yang sedang menjalani terapi oksigen dan mengalami demam tinggi. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Neurobiology of Stress, seperti dilansir dari India Times.

Baca Juga: Hati-hati! Ini Efek Buruk Pada Kulit Jika Kamu Gunakan Ponsel Berlebihan

"Orang dengan kasus Covid-19 yang parah yang membutuhkan oksigen dan/atau dukungan ventilator dengan rawat inap yang lama tampaknya berisiko lebih tinggi mengalami gejala neurologis," kata Dr Pavan Pai, ahli saraf, Rumah Sakit Wockhardt kepada India Today.

"Menularkan Covid-19 tidak ada hubungannya dengan otak Anda yang kecil atau besar. Tetapi begitu Anda terkena Covid-19, mereka yang otaknya lebih kecil cenderung memiliki hasil yang lebih buruk. Kabut otak  adalah faktor risiko lain untuk hasil yang lebih buruk," kata Dr BN Gangadhar, Direktur Institut Nasional Kesehatan Mental dan Ilmu Saraf.

Baca Juga: Menindik Telinga Anak Saat Masih Bayi Lebih Baik Dibandingkan Saat Ia Berusia Lebih Dari 11 Tahun, Ini Alasannya

Hal-hal baru sedang dipelajari tentang virus dan semakin kita mengetahuinya, semakin baik kita dapat melawannya.

Itu berkembang seperti virus apa pun, kita juga perlu dalam upaya kita untuk memeranginya.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...