Luar Biasa, Ilmuwan Berhasil Mendaur Ulang Botol Plastik Menjadi Bahan Kimia Penting

Minggu, 20 Juni 2021 | 06:55 WIB
Foto : World of Buzz Foto : World of Buzz

RIAU24.COM -  Para ilmuwan dari University of Edinburgh telah berhasil mengubah botol plastik menjadi bahan kimia vanilin, menandai pertama kalinya bahan kimia berharga dibuat dari sampah plastik.

Seperti dilansir The Guardian , para peneliti mampu melakukannya dengan menggunakan bakteri rekayasa genetika.

Baca Juga: Studi Menunjukkan Interval yang Lebih Lama Antara Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer Mampu Meningkatkan Tingkat Antibodi Secara Keseluruhan



Langkah mendaur ulang botol plastik menjadi bahan yang lebih menguntungkan ini dapat membuat proses daur ulang menjadi lebih menarik dan efektif. 

Saat ini, plastik kehilangan 95% nilainya sebagai bahan setelah sekali pakai, sehingga mendorong pengumpulan dan penggunaan sampah yang lebih baik adalah kunci untuk mengatasi masalah polusi plastik global.

Sebelumnya, para peneliti telah mengembangkan enzim mutan untuk memecah plastik yang digunakan untuk botol minuman menjadi unit dasarnya yang disebut asam tereftalat (TA).

Dengan penelitian baru ini, para ilmuwan kini telah menggunakan bakteri rekayasa genetika untuk mengubah TA menjadi vanillin, yang banyak digunakan dalam industri makanan dan kosmetik.

Faktanya, vanilin adalah bahan kimia curah penting yang digunakan untuk membuat obat-obatan, produk pembersih, dan herbisida.

Baca Juga: Akui Jika Vaksin Sinovac dan Sinopharm Kurang Efektif Dalam Mencegah COVID-19, China Akan Kembangkan Booster Shots Terbaru


Joanna Sadler yang melakukan penelitian di University of Edinburgh mengatakan, “Ini adalah contoh pertama penggunaan sistem biologis untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan kimia industri yang berharga dan memiliki implikasi yang sangat menarik bagi ekonomi sirkular.”

Permintaan global untuk vanili tumbuh dan pada tahun 2018 saja, itu adalah 37.000 ton yang jauh melebihi pasokan dari biji vanili alami. 

Namun, 85% vanilin saat ini disintesis dari bahan kimia yang berasal dari bahan bakar fosil. Oleh karena itu, dengan proses baru untuk mengubah plastik menjadi vanillin ini, terbukti lebih bermanfaat bagi lingkungan.

Stephen Wallace, bagian dari tim peneliti berkomentar, “Pekerjaan kami menantang persepsi bahwa plastik adalah sampah yang bermasalah dan malah menunjukkan penggunaannya sebagai sumber karbon baru dari mana produk bernilai tinggi dapat dibuat.”

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Green Chemistry  dimana mereka mendokumentasikan bagaimana penelitian tersebut menggunakan bakteri E coli untuk mengubah TA menjadi vanillin.

Saat ini, para peneliti sedang menemukan cara untuk mengubah bakteri untuk meningkatkan tingkat konversi lebih tinggi dari tingkat 79% saat ini.

 


PenulisR24/dev


Loading...

Terpopuler

Loading...