Menu

Tidak Divaksinasi, Wanita Asal Belgia Ini Terinfeksi 2 Varian Covid-19 Sekaligus, Meninggal 5 Hari Kemudian

Devi 13 Jul 2021, 11:12
Foto : Indiatimes
Foto : Indiatimes

RIAU24.COM - Varian virus Corona yang lebih berbahaya mulai muncul dengan cepat di seluruh belahan bumi. 

Kasus ini dilaporkan dalam Kongres Eropa tentang Mikrobiologi Klinis & Penyakit Menular (ECCMID) 0n 11 Juli.

Dikatakan bahwa insiden itu terjadi pada bulan Maret dan melibatkan seorang wanita berusia 90 tahun yang tidak divaksinasi yang tinggal di sebuah panti jompo di Brussels. Wanita itu dibawa ke rumah sakit pada 3 Maret 2021 dan dinyatakan positif Covid-19. Namun, kondisinya memburuk dari waktu ke waktu dan dia meninggal lima hari setelah dites positif, lapor DW.

Setelah dilakukan pengujian lebih lanjut, wanita tersebut terinfeksi dua varian Covid-19 yaitu Alpha (dari Inggris) dan Beta (dari Afrika Selatan).

Ahli biologi molekuler Anne Vankeerbergen dari rumah sakit OLV mengatakan bahwa kemungkinan wanita tua itu telah tertular varian dari orang yang berbeda tetapi mereka tidak yakin bagaimana infeksi itu terjadi, menurut sebuah laporan dari REUTERS. Diyakini bahwa ini adalah kasus pertama yang dilaporkan di mana infeksi simultan dari dua varian telah terdeteksi.

Sementara itu, di Malaysia, Dr Noor Hisham mengatakan bahwa pengawasan perbatasan harus dilanjutkan dan ditingkatkan untuk meminimalkan Variants of Concern (VOC) seperti alpha, beta dan yang paling berbahaya adalah Delta. Selain itu, kabarnya varian Beta sudah ditemukan hampir di seluruh negara bagian Malaysia dan diyakini varian tersebut sudah ada di masyarakat.

Halaman: 12Lihat Semua