Menu

Musim Durian, Warga Serbu Durian di Tepian Jalan Lintas Siak Dayun

Lina 14 Jul 2021, 14:14
Musim Durian, Warga Serbu Durian di Tepian Jalan Lintas Siak Dayun (foto/lin)
Musim Durian, Warga Serbu Durian di Tepian Jalan Lintas Siak Dayun (foto/lin)

RIAU24.COM - SIAK- Musim durian tiba. Para pedagang berebut mendirikan pondok di tepian jalan lintas Siak-Dayun. Mulai dari bundaran Mempura hingga kampung Tambak Rejo, kecamatan Mempura, kabupaten Siak, puluhan pondok durian mendadak muncul.

Jalan yang biasanya sepi, kini tiba-tiba ramai. Mobil-mobil mewah, mobil pick up, mobil dinas pemerintah kerap singgah. Pun begitu pengendara sepeda motor.

Semua berebut menawar -nawar harga durian kepada pedagang.

Ada yang makan durian langsung di tempat, ada juga yang sengaja di bawa pulang. Durian Siak memang terkenal.

Apalagi durian Tembaga yang masak di batang. Dagingnya tebal berwarna kekuningan, seratnya lebih kajut dan padat, bijinya kecil dan buahnya tidak terlalu besar. Durian jenis ini menjadi penawaran paling mahal di Siak.

Durian tembaga Siak ini memang tiada duanya. Kami harus ke Siak untuk dapat menikmati durian ini, sekalian sambil jalan-jalan," kata Jamal, warga Pekanbaru yang makan durian bersama teman-temannya di pondok durian milik Joel.

Jamal dan keluarga memang "penggila durian". Hampir setiap musim ia datang ke Siak hanya untuk menikmati buah durian. Meski harga jual juga naik dari tahun ke tahun.

"Kadang susah dapat yang jenis tembaga. Ini yang paling dicari," kata dia.

Tidak hanya Jamal, Jimmy dan kawan-kawannya juga terlihat memborong durian di pondok milik Viktor.

 

Bahkan Jimmy yang membawa puluhan rekan-rekanya berpersta durian di pondok itu. Sebagiannya dibawa pulang.

 

Selain durian Tembaga yang sudah melegenda di Siak, juga ada jenis durian Jantung, bentuk buahnya lebih seperti jantung, durian Kuning, Montong dan lain-lain. Para pelanggan pada pondok-pondok musiman itu tidak hanya datang dari Siak saja, selain kebanyakan dari Pekanbaru, juga ada dari Pelalawan, Perawang dan Bengkalis.

 

Pohon durian yang tumbuh secara alamiah di wilayah Mempura dikirakan sudah berumur puluhan tahun. Pohon duriannya tinggi-tinggi.

 

Viktor menyebut, selalu berdagang durian setiap musimnya tiba. Musim kali ini baru musim pertama pada tahun ini. Setiap subuh, Viktor harus memburu durian ke setiap batang untuk dibelinya, kemudian dibawanya ke pondok untuk dijual kembali.

 

"Modalnya sekarang tinggi juga Bang. Jadi kami pun harus dapat durian yang bagus di batang, supaya cepat habis saat dijual," kata dia.

 

Jika durian jualan Viktor habis dalam sehari, ia bakal mengantongi omzet mencapai Rp 4-5 juta.

 

Sebagiannya dibelikan lagi ke buah yang baru untuk dijual dihari esok. 

 

Harga durian di pondok milik Viktor dan Joel cukup variatif. Seperti jenis yang mereka juga juga sangat variatif. Durian tembaga bisa dijual Rp 80 ribu sebuah.

 

Sedangkan jenis lainnya tergantung besarnya. Paling rendah ada yang dijual Rp 25 ribu sebuah.

 

"Yang Rp25 ribu yang kecil-kecil, onggokannya dipisahkan," kata dia.

 

Viktor, Joel dan pedagang lainnya di sana sudah 3 minggu berjualan di sana. Sekali musim, mereka bakal bertahan di pondok-pondok itu selama lebih kurang 3 bulan.

 

Bagi penyuka buah fenomenal itu, masih bisa datang ke Siak. Karena panjangnya musim durian kali ini diprediksi mencapai 2,5 bulan ke depan.