Akui Jika Vaksin Sinovac dan Sinopharm Kurang Efektif Dalam Mencegah COVID-19, China Akan Kembangkan Booster Shots Terbaru

Sabtu, 24 Juli 2021 | 09:48 WIB
Foto : worldofbuzz Foto : worldofbuzz

RIAU24.COM -  Setelah banyak spekulasi mengenai tingkat antibodi yang lebih rendah terkait dengan vaksin Sinovac China, Fosun Pharmaceutical of China telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan suntikan booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin terhadap Covid-19 seperti yang dilaporkan oleh IBTimes.

Fosun Pharma telah bermitra dengan BioNTech dari Jerman untuk memulai proses pengembangan suntikan serum tambahan (booster shot) yang diharapkan memiliki nama merek, Comirnaty.

Caixin Global melaporkan bahwa kemajuan pengembangan saat ini masih dalam tahap tinjauan administratif menyusul tinjauan yang dilakukan oleh panel ahli regulator obat Cina. Pada akhir Agustus, booster tersebut diharapkan memulai produksi uji coba dalam negeri dan ditawarkan secara gratis kepada penerima vaksin Sinopharm dan Sinovac.

Baca Juga: Setelah Enam Bulan, Peneliti di Laos Akhirnya Menemukan Penyebab Virus yang Sama Persis Dengan Strain Pandemi Covid-19

Pengembangan booster shot ini dapat dilihat sebagai pukulan bagi pemerintah China yang selama ini menggembar-gemborkan keefektifan vaksinnya seperti yang dikatakan oleh para ahli kesehatan menurut VOA Mandarin.

Dilaporkan bahwa para ilmuwan di China menyadari tingkat antibodi yang rendah di Sinovac, menyebabkan mereka menyarankan suntikan booster seperti yang dikatakan oleh Shih Shin-ru, direktur Pusat Penelitian untuk Infeksi Virus yang Muncul. Hal ini juga diikuti dengan pengumuman dari Thailand dan Indonesia bahwa mereka akan beralih dari vaksin buatan China ke vaksin Barat.

Baca Juga: Coba-Coba Cosplay Hero Game Mobile Lagend, Hasilnya Seperti ini....

Suntikan serum tambahan (booster shot) dipertimbangkan setelah penelitian yang diterbitkan oleh The Lancet pada 15 Juli yang menyatakan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech memberikan tingkat antibodi 10 kali lebih tinggi daripada vaksin Sinovac.

Di sisi lain, penelitian lain yang diterbitkan oleh medRxiv mengikuti tanggapan individu yang telah diberikan vaksin Sinopharm terhadap varian Delta dengan antibodi yang lebih lemah juga memicu pertimbangan untuk mengembangkan vaksin penguat.


 

PenulisR24/dev


Loading...

Terpopuler

Loading...