Ibu Biarkan Putrinya yang Berusia 12 Tahun Diperkosa hingga Melahirkan, Bahkan Merayakannya

Sabtu, 31 Juli 2021 | 19:49 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  Seorang ibu di Amerika Serikat tega membiarkan anaknya diperkosa. Bahkan hingga putrinya yang baru berusia 12 tahun melahirkan.

Ibu bernama Desiree Castaneda itu bahkan mengundang tersangka pemerkosa ke acara baby shower cucunya.

Polisi Tulsa mengatakan, Castaneda dan anggota keluarga lain sebenarnya tahu tentang hubungan korban dengan Juan Miranda-Jara (24).

Miranda-Jara sendiri telah ditangkap pada 14 Juli saat menemani korban melahirkan di rumah sakit.

Baca Juga: Sophia Latjuba Bagikan Potret Almarhum Sang Ayah, Netizen: Kirain Ariel Noah

"Saat itu, kami menerima banyak pertanyaan seperti, 'Di mana orang tuanya?'" kata Departemen Kepolisian Tulsa dalam sebuah pernyataan yang diposting ke Facebook.

"Keluarga mengizinkan hubungan itu, dan ada foto keluarga yang menunjukkan jika mereka mengadakan baby shower yang dihadiri korban dan tersangka." sambungnya.

Polisi menjelaskan bahwa Castaneda didakwa membiarkan anaknya menderita pelecehan seksual. Sedangkan suaminya sudah lebih dulu mendekam di penjara akibat kasus pemerkosaan lain.

Miranda-Jara didakwa kasus pemerkosaan tingkat pertama terhadap anak di bawah umur.

Ketika diinterogasi polisi, dia mengakui adalah ayah dari anak yang belum lahir, dan tidak paham mengapa polisi menangani kasus ini, lapor FOX23.

“Mereka masuk seperti pasangan lainnya; bersemangat melahirkan anak mereka yang baru lahir,” kata polisi Danny Bean kepada stasiun lokal.

Miranda-Jara juga diduga memposting dia menjalin hubungan dengan gadis itu di profil Facebook-nya, lanjut FOX23.

Baca Juga: Rizky DA dan Ridho Pamer Badan Six Pack, Netizen: Dicukur Atuh Rambutnya

Foto Miranda-Jara dan korban di baby shower juga diposting ke halamannya.

"Kami tidak mendapat kasus seperti ini setiap hari," kata Bean kepada stasiun televisi tersebut.

“Ini tentu saja mengejutkan bagi semua orang yang terlibat," lanjutnya.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...