Menu

Mampu Benahi Lapas Kelas-IIB Teluk Kuantan, Aldino Octalaperta: Semoga Kendala Dapat Diatasi

Replizar 16 Sep 2021, 08:33
Aldino Octalaperta
Aldino Octalaperta

RIAU24.COM -  Mengurus warga binaan bukan perkara mudah dan gampang, tidak semua orang mampu melaksanakan, apalagi setiap hari harus dilakukan dengan berbagai bentuk ragam, apalagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas-IIB Teluk Kuantan memiliki banyak kendala.

Salah satu kendalanya adalah soal jumlah penghuni Lapas kelas II-B Teluk Kuantan sebanyak 370 orang, sedangkan kapasitas normalnya hanya 58 warga binaan, yang tentu saja terjadi over load sekitar 650% dan tentu saja kondisi warga binaan di dalam Lapas sangat berdesakan. 

"Apalagi jumlah kamar di Lapas kelas-IIB sekitar 9 kamar dan setiap kamar akan diisi sebanyak 40 orang. Bahkan dari jumlah 370 warga binaan itu, 80% terjerat kasus narkoba dan 20% terjerat kasus lainnya," Ungkap Kepala KPLP Kelas IIB Teluk Kuantan, Aldino Octalaperta SH ketika dihubungi Riau24.Com, Rabu (15/9).

Untuk kedepannya, pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan lahan kepada Pemkab Kuansing untuk pembangunan Lapas baru. "Pemkab memang sudah menghibahkan tanah seluas 2,5 hektar, yang berada di Sinambek Kelurahan Sungai Jering, tetapi biaya pematangan lahannya lebih besar dari pada biaya pembangunan Lapas. Hingga kami masih menunggu hibah lahan baru dari Pemkab Kuansing, untuk diajukan pembangunan Lapas yang baru di Kabupaten Kuansing," Ujarnya yang sebelumnya bertugas di Dumai dan dipindahkan ke Kuansing sekitar satu tahun lalu.

Selain kendala pada penghuninya (Over load), dulu masih bernama Cabang Rutan Teluk Kuantan dengan jumlah personil 20 orang terdiri dari 1 Kepala Cabang, 1 Kasubsi Pengelolaan Tahanan dan Pelayanan Tahanan dan sisanya staff (sipir)," Ujarnya.

Namun sejak tahun 2019, dari Rutan Cabang Teluk Kuantan meningkat menjadi Lapas kelas-IIB Teluk Kuantan, dengan personil sekitar 30 orang, terdiri dari 1 Kalapas (membawahi 4 Kasi), 1 Kasubbag Tata Usaha (membawahi 2 Kasubsi), 1 Kasi Administrasi dan Kamtib (membawahi 2 Kasubsi), 1 Kasi Pembinaan dan Pendidikan (membawahi 3 Kasubsi) dan ditambah sekitar 20 personil lainnya.

Selain itu sangat disayangkan sarana prasarana di Lapas ini masih banyak kekurangan, dan telah dilakukan penambahan jumlah personil, termasuk juga memasang CCTV untuk memantau kondisi warga binaan dan sekitar Lapas.

Bahkan pihaknya juga melakukan penjagaan dan pemeriksaan secara ketat, terhadap barang titipan dari keluarga warga binaan. " Keluarga warga binaan mengantar titipan tiga kali seminggu, yakni setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu. Jadi seluruh barang titipan, kita periksa secara ketat dengan menggunakan metal detektor, dan sangat perlu ditambah lagi," Tuturnya. (Zar)**