Menu

Digitalisasi Perbankan Jadi Kunci bank bjb Tumbuh Positif di Masa Pandemi Covid-19

Muhardi 16 Sep 2021, 11:50
Tangkap Layar (istimewa)
Tangkap Layar (istimewa)

RIAU24.COM -  BANDUNG - Di tengah masa krisis akibat pandemi Covid-19, banyak sektor bisnis yang kesulitan mempertahankan usahanya hingga mengalami kerugian, bahkan gulung tikar. Namun, industri perbankan di Indonesia secara umum masih berada dalam kondisi yang cukup sehat.

Hal tersebut disampaikan Deputy Chairman MarkPlus,Inc, Taufik. Dia mengatakan, hal tersebut salah satunya terjadi karena transformasi digital.

"Banyak sektor industri lain saat ini menderita, tapi perbankan masih berada dalam kondisi cukup sehat, bahkan ada yang tetap tumbuh positif. Hal ini didorong oleh transformasi digital yang banyak dilakukan oleh bank, termasuk BPD (Bank Pembangunan Daerah), walaupun resources-nya tidak sebesar BUMN," ungkap Taufik dalam webinar "Marketeers Goes to Bank : Digital Marketing Transformation in Banking Industry" yang diselenggarakan via zoom, Rabu 15 September 2021.

Hal tersebut pulalah yang diakselerasi oleh bank bjb selama masa pandemi. Beruntung, bank bjb telah meluncurkan berbagai platform transaksi keuangan digital sejak 2019 sehingga memudahkan bisnis untuk beradaptasi di masa krisis. 

Direktur IT, Treasury & International Banking bank bjb Rio Lanasier mencontohkan, pada 2019 bank bjb telah meluncurkan campaign Pasar Nga-Digi yang memungkinkan masyarakat untuk berbelanja ke pasar dari rumah. Sistem pembayaran yang dilakukan memanfaatkan QRIS bank bjb.

"Hal tersebut sudah diujicoba di beberapa pasar di Kota Bandung, oleh karenanya saat pandemi melanda, kita tinggal melakukan penyesuaian pola. Kami juga menyesuaikan fokus perusahaan untuk mendorong financial inclusion lewat digitalitasi perbankan," ungkap Rio.

Halaman: 12Lihat Semua