Menu

Batik Kuansing Semakin Maju, 2022 Kopdagrin Akan Latih Pembatik di Empat Kecamatan

Replizar 16 Sep 2021, 17:04
Bupati Andi Putra gunakan Batik Kuansing
Bupati Andi Putra gunakan Batik Kuansing

RIAU24.COM - Dalam upaya mendukung dan menumbuh kembangkan UMKM, khususnya para pembatik di Kabupaten Kuantan Singingi, melalui Program Bupati Kuansing Andi Putra dan Wakil Bupati Suhardiman Amby yang fokus untuk memajukan UMKM.

Sehingga pada Tahun Anggaran 2022 mendatang, Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin) Kuansing kembali akan melakukan pelatihan membatik di empat kecamatan. 

Adapun keempat kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Kuantan Mudik, Pangean, Singingi dan Cerenti. Dengan jumlah masing-masing 60 orang per kecamatan. 

"Jadi empat kecamatan ini menjadi prioritas kita, keempat kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Kuantan Mudik, Pangean, Singingi dan Cerenti," Ungkap Kadis Kopdagrin Kuansing Drs. Azhar, MM CPM ketika dihubungi Riau24.com.

Namun untuk pelaksanaan, sebut dia, sangat tergantung nanti setelah selesai masa Pandemi Covid-19 yang terjadi sekarang ini.

"Jika Pandemi Covid-19 berakhir pada tahun ini, tentu pelatihan membatik bisa dilaksanakan. Namun kita juga sangat berharap agar Pandemi ini berakhir dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal," Ujarnya.

Sebab, sambung dia, usaha batik di Kuansing saat sekarang ini sudah semakin maju dan berkembang dengan pesat, yang tentu saja usaha batik akan semakin berkembang dan peluang usaha juga akan semakin besar.

Dikatakannya, di Kuansing saat ini sudah terdapat 16 kelompok usaha batik, terdapat di Kecamatan Gunung Toar sebanyak 7 kelompok, Kuantan Tengah Sebanyak 5 kelompok, Singingi sebanyak 3 kelompok dan Pangean sebanyak 1 kelompok.

Bukan hanya itu saja, juga terjadi lonjakan daya beli, yang mencapai 300 persen, bahkan sudah ada yang inded sebanyak 2000 lembar. Kondisi seperti ini akan terjadi selama enam bulan kedepannya.

"Kita memprediksikan kalau ada yang memesan batik Kuansing, harus menunggu 6 bulan lagi, karena pada saat itu baru bisa normal kembali," Ujarnya dengan senyum manis.

Ditambahkannya, sebenarnya ada dua sisi yang tertuang dalam Batik, yakni mendongkrak UMKM yang ada di Kuansing, mencintai tradisi dan budaya Kuansing yang tertuang di motif batik itu sendiri.

Ditanya mengenai harga yang dinilai tinggi, Azhar menyebutkan sangat tergantung dari jenis kain dasar dari batik tulis tersebut. Jika jenis kain prima, berupa batik cap seharga Rp 150.000-200.000, Jika jenis kain prima, berupa batik tulis seharga Rp 250.000, jika Anda Semi Sutra seharga Rp 400.000- Rp. 500.000,.

"Jadi sebenarnya, untuk patokan harga Batik Kuansing, sangat tergantung pada dasar kainnya, dan keruwetan pengerjaannya. Sedangkan untuk bahan baku kain, kita datangkan dari Sumatera Barat dan Pulau Jawa," Tuturnya. (Zar)***