Menu

Indonesia Meningkatkan Patroli Setelah Mendeteksi Adanya Kapal China dan AS di Laut China Selatan

Devi 17 Sep 2021, 09:06
Foto : Aljazeera
Foto : Aljazeera

“Tidak ada tawar menawar dalam hal kedaulatan kita, wilayah negara kita,” kata Presiden Indonesia Joko Widodo usai kejadian tersebut.

Pada tahun 2016, sebuah kapal angkatan laut Indonesia juga menembaki kapal nelayan China yang dituduh melakukan penangkapan ikan ilegal di dekat Natuna, menyusul serangkaian konfrontasi tahun itu.

Pada tahun yang sama Indonesia juga memusnahkan 23 kapal penangkap ikan asing dari Malaysia dan Vietnam yang dituduh melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan pihaknya menenggelamkan 10 kapal Malaysia dan 13 kapal Vietnam yang tertangkap sedang menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

China belum mengklaim pulau-pulau Natuna tetapi mengatakan memiliki hak penangkapan ikan di dekatnya dalam "sembilan garis putus-putus" yang memproklamirkan diri yang mencakup sebagian besar Laut China Selatan yang kaya energi.

Klaim tersebut dibantah oleh beberapa negara Asia Tenggara dan tidak diakui secara internasional oleh Permanent Court of Arbitration di Den Haag.

Halaman: 12Lihat Semua