PDIP Tolak Presiden Tiga Periode, Calon 2024 Megawati Tunggu Petunjuk Tuhan yang Mahakuasa

Senin, 20 September 2021 | 11:04 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto /Republika.co.id Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto /Republika.co.id

RIAU24.COM -  Penentuan sosok calon presiden untuk 2024 adalah hak prerogatif Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Salah satunya dengan berkontemplasi memohon petunjuk Tuhan. Hal ini diungkapkan Sekjen 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.

"Untuk menjadi presiden, banyak faktornya. Bagi Bu Mega hal tersebut juga dilakukan dengan kontemplasi, memohon petunjuk Tuhan yang Mahakuasa, Allah SWT," ujar Hasto lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (18/9).
Baca Juga: Kader Partai Banteng Moncong Putih 'Serang' Rocky Gerung, Sebut Orang Berpemikiran Dangkal

Seluruh kader meyakini, Megawati akan memilih pemimpin nasional melalui kontemplasi. Pemimpin yang mendengarkan suara rakyat dengan mempertimbangkan banyak aspek strategis.

"Untuk menjadi presiden, wakil presiden, atau menteri sekalipun, keyakinan spritual PDI Perjuangan selalu ada campur tangan Yang di Atas. Selalu ada suara arus bawah, suara rakyat yang kemudian terakumulasi membentuk keyakinan," ujar Hasto.

Baca Juga: Sebut AHY Datangkan Saksi Gak Nyambung, Jadi Alasan Pengacara Moeldoko Hanya Bisa Diam di Persidangan

Di samping itu, partainnya sejak awal taat pada konstitusi. Maka dari itu, PDIP sejak awal menolak wacana perubahan masa jabat presiden menjadi tiga periode. "Tidak ada gagasan dari PDI Perjuangan tentang jabatan presiden tiga periode atau perpanjangan masa jabatan," ujar Hasto.

Menurutnya, ketegasan ini juga senada dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menolak masa jabat presiden menjadi tiga periode. Sesuai dengan sumpahnya untuk menaati konstitusi.

"Ketika Bapak Jokowi dilantik sebagai presiden, salah satu sumpahnya itu menegaskan untuk taat kepada perintah konstitusi dan menjalankan undang-undang dengan selurus-lurusnya," ujar Hasto. (sumber-Republika.co.id)

PenulisR24/ogas


Loading...
Loading...