Potret Perjuangan Hidup Tiga Bocah Yatim Piatu, Hanya Makan Sepiring Bertiga dan Sering Menahan Lapar

Selasa, 28 September 2021 | 10:05 WIB
Foto : Internet Foto : Internet

RIAU24.COM -  Di usia mereka yang masih sangat muda, tiga anak yatim piatu di Jawa Tengah mencoba berjuang sendiri demi bisa bertahan hidup usai ditinggal oleh kedua orangtuanya. 

Demi memenuhi kebutuhan hidup, mereka membuat sapu lidi yang diambil dari hutan, dan dijual dengan harga seribu/ikat agar bisa makan.

Dalam satu minggu mereka mampu buat 20 ikat saja, yang artinya dalam seminggu mereka hanya bisa mengumpulkan uang 20 ribu. Tak jarang, jika sudah kehabisan uang, mereka harus menahan lapar, bahkan ketiganya sudah terbiasa makan sekali sehari dan itu pun hanya sepiring bertiga.

Demi mendapatkan daun lontar untuk dijadikan sapu, 3 yatim piatu ini pergi bersama ke hutan dengan jalan yang terjal. Bahkan, tak jarang kaki mungil mereka terjatuh saat sedang mengambil daun lontar tersebut.

Diketahui, ayah mereka telah meninggal dunia 2 tahun yang lalu, sedang Ibu sudah lebih dahulu meninggal dunia. Mereka bertiga saat ini tinggal disebuah rumah peninggalan orang tuanya yang kini sudah mulai lapuk dan tak layak.

Ketiga bocah malan itu bernama Fatmawati,  Aeni dan si bungsu Aizil.

Setiap hari, Fatmawati, anak terbesar dari 3 orang yatim piatu ini, pergi sekolah dengan menggendong adiknya yang paling bungsu Aizil.

"Dirumah tidak ada orang yang mengurus Aizil, karena Aeni juga pergi sekolah," katanya.

Kisah hidup 3 yatim piatu ini pun jadi viral. Hingga membuat para relawan dari Rumah Yatim turun tangan.

Salah seorang relawan bahkan tak sanggup melihat perjuangan bocah-bocah malang ini.

“Begitu pilu, saya sampai terdiam melihat kondisi 3 yatim piatu ini, ga kebayang harus bertahan hidup sendiri, sedihnya mereka sering makan hanya sekali sehari, karena ya ga ada lagi” tangis relawan tersebut.


 
 

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...