Diancam Pasukannya Akan Dihabisi China di Taiwan, AS Pamerkan Rudal Hipersonik Mematikan

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 13:02 WIB
Foto (net) Foto (net)

RIAU24.COM - Amerika Serikat merespon ancaman China bakal menghabisi tentara AS di Taiwan lantaran Beijing protes Washington telah melatih tentara Taiwan.

Baca Juga: Video Buaya Besar Menyerang Seorang Perenang dan Menggigit Lengannya, Jadi Viral di Twitter

Respon AS tersebut dengan mempublikasikan rudal hipersonik mematikan jarak jauh yang bisa menghancurkan daratan China dan target di Laut China Selatan dalam hitungan detik karena memiliki jangkauan 1.723 mil dan kecepatan lebih dari Mach 5.

Rudal hipersonik jarak jauh (LRHW) itu dijuluki Dark Eagle. Rudal ini belum secara resmi beroperasi. Namun, Angkatan Darat AS seperti dikutip EurAsian Times, Sabtu (9/10/2021), menyatakan sudah semakin dekat untuk pertama kali mengerahkannya.

“Ini akan menjadi baterai empat peluncur," kata Bob Strider, Wakil Direktur Kantor Proyek Hipersonik Angkatan Darat, mengatakan pada Simposium Pertahanan Luar Angkasa dan Rudal.

Meskipun belum ada rudal yang dikirim ke Angkatan Darat AS, peluncur bersama dengan peralatan lainnya diharapkan untuk membiasakan tentara dengan LRHW dan operasi rutin sistem. Mereka juga diharapkan dapat membantu dalam mendukung pengembangan taktik, teknik dan prosedur (TTPs).

Baca Juga: Pria Merencanakan Kematiannya Sendiri Untuk Mendapatkan Uang Hingga Miliaran Rupiah, Menggunakan Cobra Sebagai Senjata Pembunuhan

Ini adalah perkembangan penting untuk menyebarkan rudal ini dalam skenario dunia nyata. Keterangan yang terkait dengan gambar terbaru juga mencatat bahwa komponen prototipe LRHW telah dibangun di bawah arahan Rapid Capabilities and Critical Technologies Office (RCCTO).

“Dari selembar kertas kosong pada Maret 2019, kami - bersama dengan mitra industri dan layanan bersama kami mengirimkan perangkat keras ini hanya dalam waktu dua tahun. Sekarang, Angkatan Darat dapat memulai pelatihan,” kata Letnan Jenderal L. Neil Thurgood, direktur RCCTO, dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Sindonews dari Defense News, Jumat (8/10/2021).

PenulisR24/riko


Loading...

Terpopuler

Loading...