Sepakat 21 Februari, Politisi PKS Anggap Usulan Pemilu 2024 Diundur Terlalu Naif

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 23:31 WIB
Sepakat 21 Februari, Politisi PKS Anggap Usulan Pemilu 2024 Diundur Terlalu Naif (foto/int) Sepakat 21 Februari, Politisi PKS Anggap Usulan Pemilu 2024 Diundur Terlalu Naif (foto/int)

RIAU24.COM - Politisi PKS anggap usulan pemerintah yang ingin melaksanakan Pemilu 2024 pada 15 Mei, alasannya tidak begitu kuat. Hal itu disampaikan Mardani Ali Sera, Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dilansir dari Tempo, Mardani Ali Sera lebih mendukung pelaksanaan Pemilu 2024 pada 21 Februari 2024 sesuai usulan Komisi Pemilihan Umum. "Alasannya terlalu naif dimundurkan. Khawatir kerumunan, khawatir terlalu cepat. Kita sukses melaksanakan Pilkada 2020 dan itu in the middle of the crisis, dan tak jadi klaster Covid," sebut Mardani dalam diskusi daring, Sabtu, 9 Oktober 2021.

Mardani Ali Sera cukup memahami kalau muncul kekhawatiran lain terkait potensi adanya dua matahari jika Pemilu dilaksanakan pada Februari 2024. Proses perhitungan suara yang dapat selesai pada April atau Mei, memungkinkan adanya Presiden terpilih sampai masa jabatan Presiden Joko Widodo berakhir pada Oktober 2024.

Baca Juga: Megawati Curhat ke Orang Berpengaruh Ini, Akui Sudah Semakin Tua

Walau demikian politisi, Mardani menilai keberadaan Presiden terpilih dan Presiden definitif secara bersamaan tidak bakal menimbulkan masalah. "Buat saya, saya yakin siapapun yang terpilih tak akan cawe-cawe untuk ganggu Pak Jokowi. Karena Pak Jokowi secara konstitusi punya mandat sampai Oktober 2024," sebut Mardani Ali Sera.

Baca Juga: Mujahid 212 Sebut Prabowo Ditinggalkan, Sebut Dua Sosok Ini Untuk Jadi Capres dan Cawapres 2024

Bagi Mardani usulan KPU untuk pemilu 21 Februari 2024 itu hasil belajar dari pengalaman Pemilu 2019 lalu. Ketika itu, Pemilu dengan 5 kotak suara yang menyatukan Pileg dan Pilpres dianggap terlalu berat. Dampaknya 800 lebih petugas pemungutan suara yang meninggal dunia.

 

Pada Pemilu 2024 kedepan, selain Pileg dan Pilpres, turut juga Pilkada Serentak di 34 Provinsi plus 514 kabupaten/kota yang bakal membuat kondisi lebih berat.

 

"Dua pekerjaan besar di saat yang sama. Ini bukan lagi testing the water, tapi testing the rock. Kuat gak nih, kalau kita naikin bisa ambruk semua," sebut Mardani Ali Sera.

PenulisR24/riki


Loading...
Loading...