PSK Ini Dinikahi Pria Kaya Mapan, Bukannya Bersyukur, Inilah yang Dilakukannya

Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:59 WIB
Steven Davis dan Evelyn Steven Davis dan Evelyn

RIAU24.COM - Steven Davis kehilangan ayahnya saat remaja, ia tumbuh menjadi pria dewasa yang bertanggung jawab pada ibu dan saudari perempuannya.

Cerdas dan berbakat, Steven dipindahkan dari Inggris ke Hong Kong oleh perusahaan komputer tempatnya bekerja. Di waktu senggangnya, ia gemar berjalan-jalan ke Filipina yang jaraknya tak begitu jauh dari Hong Kong.
Baca Juga: Sinting, Bayi 11 Bulannnya Dihantam Sang Pacar, Ibu Bejat Ini Malah Nontonin Aja


Di sana lah ia bertemu seorang prostitusi, wanita Filipina yang terbilang masih muda. Dia jatuh cinta dan menikahinya, memberikan gadis itu kehidupan baru yang lebih layak.

Steven adalah pria kaya, seseorang dengan pekerjaan yang mapan dan pemasukan luar biasa, dia dan istri barunya itu pindah ke sebuah perumahan mewah.

Keduanya dikaruniai dua anak, Jessica dan Joshua. Namun seiring berjalannya waktu, istrinya yang bernama Evelyn itu, berubah.

Baca Juga: Istrinya Dibunuh dan Mayatnya Diperkosa, Suami Ini Menangis Tersedu-sedu di Pengadilan

Pada malam 17 Juli 2002, Steven Davis yang saat itu berada dalam perjalanan bisnis dengan rekan kerjanya, Mike Dunn, tewas ditembak empat kali di apartemen yang mereka tinggali.

Dua dari ketiga pria yang membobol masuk itu awalnya mengira Mike sebagai target mereka, saat menyadari Mike bukanlah orang yang dicari, mereka bergegas ke kamar Steven dan menembaknya.

Mike berteriak ke luar, mencari bantuan, memohon agar tetangga menelepon polisi sementara ia mencoba melakukan pertolongan pertama pada sahabatnya itu. Nahas, Steven tewas di tempat.

"Pelac*r itu yang membunuhnya!" pekik Mike, dia yakin betul Evelyn lah orang di balik serangan ini. Sebelum kejadian itu, Steven kerap menceritakan prahara rumah tangganya dengan sang istri pada Mike.

Menurut Steven, Evelyn berselingkuh dengan pria lain, dia juga mencuri uang Steven untuk membelikan kekasih barunya barang-barang, bahkan sepeda motor.

Kepolisian Filipina sangat lamban menangani kasus kematian Steven, ibunya, Margaret, lantas menyewa detektif swasta. Detektif itu memantau kediaman Evelyn 1x24 jam. 

Yang kemudian ditemukannya adalah; dua pria secara teratur mengunjungi Evelyn, ya, kekasih baru dan teman dari kekasihnya itu. Margaret lantas mengabarkan hal itu kepada polisi yang langsung menyeret mereka untuk diinterogasi.

Benar saja, keduanya adalah dua dari tiga pelaku pembobolan yang menembak Steven. Tapi siapa satunya lagi?

Hingga saat dua pria itu ditangkap, Evelyn masih bebas karena tak ada bukti untuk menangkapnya. Dia berdalih bahwa pada saat Steven terbunuh, dia sedang terlelap di rumah bersama dua anaknya.

Barulah saat Margaret mendalami kasus itu, sembari memohon kepada kedua orang tua Evelyn untuk mencari tau pelaku pembunuhan putranya, semua terkuak.

Pria ketiga yang membobol apartemen Steven dan Mike adalah suami dari kakak kandung Evelyn, ya, iparnya. Pria itu mengaku diajak Evelyn tanpa tahu alasannya. Percaya dengan adik iparnya, dia ikut saja.

Sebagai ganti dari pengakuannya, abang ipar Evelyn itu dibebaskan dari segala dakwaan. Evelyn langsung dipanggil dan diadili. Ia dijatuhi hukuman seumur hidup, sekitar 40 tahun penjara tanpa kemungkinan bebas bersyarat

Dua anaknya dirawat dan dibesarkan oleh Margaret. Kedua orang tua Evelyn awalnya mengurus Joshua, namun mengikhlaskannya dirawat oleh sang besan karena sadar tak bisa menyediakan pendidikan yang baik dan masa depan yang cerah.

Evelyn tinggal dan besar di keluarga serba kekurangan, karena itu pulalah dia bekerja sebagai prostitusi untuk mencukupi kebutuhannya dan keluarga. 

 

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...