Seperti Tak Masuk Akal, Sudah 70 Orang Rela Bayar Rp 694 Juta Demi Bisa Hidup Lagi Setelah Mati

Minggu, 24 Oktober 2021 | 21:42 WIB
google google

RIAU24.COM -  KrioRus, perusahaan cryonics yang meluncurkan program pembekuan otak di Rusia telah menerima lebih dari 70 orang yang mendaftar.

Orang-orang ini rela membayar malah dengan harapan dapat hidup kembali di masa depan.

Dailymail, 70 orang yang telah mendaftar untuk program pembekuan organ dan beberapa memilih menyimpan seluruh tubuhnya. Sementara yang lain, hanya ingin otaknya dibekukan.

Baca Juga: Peluit Plastik Terjebak Di Dalam Paru-Paru Bocah Ini Selama 12 Tahun, Begini Kondisinya Sekarang

Setelah mati, mereka akan ditempatkan dalam tong besar berisi nitrogen cair. Tong ini ditempatkan di gudang di luar Moskow yang dimiliki oleh KrioRus.

Dilansir dalam gofakta, pasien (sebutan) dari Kriorus. Disimpan pada suhu -320.8F dengan tujuan melindungi tubuhnya dari kerusakan. Ini agar berpotensi dihidupkan kembali di masa depan ketika ilmu pengetahuan berkembang cukup untuk menyembuhkan penyakit apa pun yang mungkin mereka alami, termasuk kematian itu sendiri.

Direktur KrioRus, Valerinya Udalova telah membekukan anjingnya ketika meninggal pada tahun 2008. Dia berpendapat hal itu membantu orang mengatasi rasa kehilangan.

KrioRus mengklaim ada ratusan klien potensial dari hampir 20 negara telah mendaftar untuk layanan ini.

Udalova beranggapan bahwa orang-orang yang mendaftarkan anggota keluarganya untuk dibekukan setelah meninggal menunjukkan betapa mereka mencintainya.

Baca Juga: Korea Utara Menindak Warga yang Memakai Mantel Kulit, Tidak Ingin Siapapun Meniru Penampilan Kim Jong-un

Menurutnya manusia akan mngembangkan teknologi untuk menghidupkan kembali orang mati di masa depan, tetapi tidak ada jaminan teknologi semacam itu.

Beda halnya dengan Kepala Komisi Russian Academy of Science’s Pseudoscience, Evgeny Alexandrov meragukan program tersebut. Menurutnya, cryonics hanya sebagai upaya komersial ekslusif yang tidak memiliki dasar ilmiah.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...