Menu

Tiru Video Viral, Sembilan Anak di Lamongan Rusak Puluhan Pohon Pisang Milik Warga

Fitrianto 4 Nov 2021, 14:59
WallpaperBetter
WallpaperBetter

RIAU24.COM -  Sosial media sekarang merupakan hal yang penting di dalam kehidupan masyarakat. Karena dapat memudahkan aktivitas manusia, baik dalam pekerjaan, sekolah, dan bisa di gunakan untuk hal lain yang berguna

Sosial media saat ini juga telah banyak tersaji yang bisa di akses, dan sosial media juga bisa di jadikan wadah untuk bisa menyalurkan inspirasi dalam membuat sebuah karya dalam bentuk digital. Dalam menggunakan sosmed harus benar benar pandai.

Dalam menggunakan sosial media kitab bisa dikenal banyak orang, baik itu dari hal yang positif maupun hal negative yang dilakukan baik sengaja ataupun tidak. Banyak ragam sosial media untuk kita berkreasi sepetii Instagram, Tiktok, Twitter, Facebook dan masih banyak lagi

Di sosial media juga bisa berbagi kisah dari yang mengharukan, mengenaskan, sebuah tragedi. Sosial media juga wadah juga tempat segala informasi terbaru atau terupdate.

Seperti yang beredar di sosial media Instagram dimana ada sebuah kisah mengenai pelejar yang merusak puluhan pokok pisang karena meniru video yang viral ‘salam dari binjai’

Puluhan pohon pisang milik warga di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dirusak oleh sembilan anak dengan motif diduga menirukan adegan video yang viral di media sosial.

"Perusakan ini dilakukan ada sekitar sembilan anak, rata-rata masih kelas 1 hingga 2 SMP," kata Sekretaris Desa Surabayan, Rendi Hardianto, kepada wartawan di Lamongan, Selasa.

Rendi mengatakan 50 pohon pisang tersebut tinggal menunggu matang dan siap dipanen.

Perusakan pohon pisang itu diketahui setelah mendapat laporan dari pemiliknya dan aksi itu dilakukan selama beberapa hari berturut-turut saat malam hari.

"Puncaknya, aksi para bocah itu berhasil dipergoki pada Ahad (31/10) malam dan kami panggil anak-anak itu ke balai desa didampingi oleh orangtua masing-masing karena mereka terlibat dalam peristiwa perusakan," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, sembilan anak itu mengakui telah merusak dengan tujuan meniru dan terinspirasi dari video Salam dari Binjai yang sedang viral, kemudian melakukan perusakan pohon pisang.

"Pemilik kemarin sudah bertemu dengan pelaku dan alhamdulillah berdamai, diselesaikan secara kekeluargaan," ujarnya.

Sementara itu, aksi perusakan dilakukan dengan cara beragam. Ada yang menjadikan pohon pisang sebagai sasaran objek pukulan, namun ada yang dengan memanjat batang pohon pisang lalu diayunkan hingga roboh.

"Saat berhasil merobohkan pohon pisang, mereka begitu kegirangan," tutur Kepala Desa Surabayan, Sunarto. 

Sunarto telah melakukan mediasi dengan memanggil orang tua dan guru sekolah agar memberi pembinaan kepada anak-anak tersebut.

"Para orang tua juga sudah meminta maaf atas kelakuan anak-anaknya dan akan meningkatkan pengawasan terhadap perilaku anak mereka masing-masing. Karena masih bocah, pemilik pohon pisang yang dirusak juga memaklumi sehingga tidak sampai mengambil jalur hukum," katanya.

Ia berharap agar orang tua untuk menjaga dan mengawasi tingkah laku anak supaya kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari dan di tempat lain.

zxc3

Postingan di sosial media Instgram yang menjelaskan mengnenai sebuah kisah mengenai pelajar yang merusak pohon pisang ini dibagikan melalui akun sosial media Instagram milik @link_berita (03/11/2021). Setkidaknya postinga tersebut telah mendapatkan sebanyak kurang lebih Seribu tanda suka

@mas_rizki1989 :” Akibat video bodoh yg viral dan tren,membuat orang bodoh meniru kelakuan bodoh,sehingga membuat mereka tambah bodoh. “

@harris_saputraa :” Contoh itu jngn pohon pisang.. terlalu mudah.. bukti nya anak kecil aja bisa tuh... coba pohon beringin.. baru keren kalau roboh???? “

@kiyxna._ :” Itu korban salam dri binjai min “

@imambagusariyanto04 :” Meresahkan ???????? “

@donny_astr :” Nah loh “

zxc4

@hendragunawan418 :” Salam dari goblok “

@lontong414 :” Salam dari Binjai Meresahkan “