Menu

Setelah Menghilang 100 Tahun, jamur Langka Ini Kembali Ditemukan Tumbuh di Indonesia

Fitrianto 10 Nov 2021, 11:04
Kumparan
Kumparan

RIAU24.COM -  Sosial media sekarang merupakan hal yang penting di dalam kehidupan masyarakat. Karena dapat memudahkan aktivitas manusia, baik dalam pekerjaan, sekolah, dan bisa di gunakan untuk hal lain yang berguna

Sosial media saat ini juga telah banyak tersaji yang bisa di akses, dan sosial media juga bisa di jadikan wadah untuk bisa menyalurkan inspirasi dalam membuat sebuah karya dalam bentuk digital. Dalam menggunakan sosmed harus benar benar pandai.

Dalam menggunakan sosial media kitab bisa dikenal banyak orang, baik itu dari hal yang positif maupun hal negative yang dilakukan baik sengaja ataupun tidak. Banyak ragam sosial media untuk kita berkreasi sepetii Instagram, Tiktok, Twitter, Facebook dan masih banyak lagi

Di sosial media juga bisa berbagi kisah dari yang mengharukan, mengenaskan, sebuah tragedi. Sosial media juga wadah juga tempat segala informasi terbaru atau terupdate.

Seperti yang beredar di sosial media Instagram dimana ada sebuah kejadian mengenai penuman tumbuhan jamur langka yang tumbuh di Indonesia setelah hilang selama 100 tahun

Setelah hampir 100 tahun, jamur Podostroma cornu-damae kembali ditemukan di Indonesia

Podostroma cornu-damae merupakan kelompok jamur langka yang telah banyak dilaporkan distribusinya dari Jepang, Korea, Java (banyak peneliti asing mengenal Jawa-nya bukan Indonesia-nya), Taiwan, dan Cina. Jamur ini dinamai dengan sebutan jamur karang api , jamur merah tanduk rusa, bahkan beberapa remaja menyebutkan sebagai jamur ekor sembilan yang menyerupai sosok kurama dalam tokoh fiktif naruto.

Podostroma cornu-damae di Indonesia pertama kali dilaporkan oleh peneliti luar bernama Boedijn pada tahun 1934 di Buitenzorg (Bogor), Jawa Barat. Sejak saat itu, tidak ditemukan adanya informasi kembali mengenai jamur tersebut di Indonesia. 

Pada awal tahun 2020, beberapa masyarakat adat yang tergabung dalam komunitas pemburu jamur Indonesia membagikan informasi mengenai keberadaan jamur tersebut dari Hutan Tamiang Layang (Kalimantan Tengah) dan Sukabumi (Jawa Barat), yang dituliskan dalam sebuah laporan oleh peneliti mikologi di Indonesia.

Postingan di sosial media Instgram yang menjelaskan mengnenai sebuah kejadian mengenai penemuan jamur langka ini dibagikan melalui akun sosial media Instagram milik @rangkumanfakta (08/11/2021). Setkidaknya postingan tersebut telah mendapatkan sebanyak kurang lebih Seribu tanda suka

@Weeldude :” Sepertinya jamur ini sangat beracun... “

@rio_alif86 :” Jamur kenapa bisa tumbuh ? “

@stvzm :” jgn d panen dulu yaaa ???????? biar dia tumbuh sbnya bnyak dlu “