Mengenal Kanker Kelenjer Getah Bening dan Penyebabnya

Kamis, 18 November 2021 | 08:50 WIB
google google

RIAU24.COM -  Baru-baru ini artis Tasya Kamila bersama suaminya Randi Bachtiar sedang menjalani cobaan. Randi sedang berjuang melawan kantor kelenjer getah bening. 

Seperti apa penyakit yang mendera Randi Bachtiar?

Kanker getah bening merupakan kanker yang menyerang sistem limfatik (bagian sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi).

Salah satu bagian sistem adalah kelenjer getah bening. Kanker ini disebut juga dengan Limfoma.

Baca Juga: Walau Banyak yang Tak Suka, Manfaat Labu untuk Kesehatan Gak Main-main Lho

Penyebab kanker getah bening masih belum diketahui dengan pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena penyakit ini.

Sistem Limfatik memiliki peran penting dalam melawan bakteri dan virus yang dapat menyebabkan infeksi pada tubuh. Sama seperti organ-organ lain di dalam tubuh, sistem limfatik juga dapat terserang penyakit. Salah satu penyakit yang dapat menyerang sistem getah bening ini adalah kanker getah bening.

Penyakit ini dapat memengaruhi bagian mana pun dari sistem limfatik, termasuk kelenjar getah bening, amandel, limpa, timus, usus buntu, dan sumsum tulang.

Kanker getah bening disebut juga dengan limfoma. Secara umum, ada 2 jenis limfoma yang paling sering ditemukan, yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma non-Hodgkin. Perbedaan kedua jenis limfoma ini terdapat pada tipe sel getah bening (limfosit) yang berkembang menjadi ganas.

Baca Juga: Apa Itu Angiosarcoma, Kanker yang Renggut Nyawa Desainer Louis Vuitton Virgil Abloh

Kanker getah bening muncul ketika jumlah sel-sel limfosit di kelenjar getah bening bertambah dengan cepat dan menjadi ganas. Hal ini membuat jumlah sel getah bening menjadi terlalu banyak hingga menyebabkan kelenjar getah bening membengkak.

Sejauh ini, alasan mengapa sel limfosit bisa berkembang menjadi ganas belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan data dari berbagai riset kesehatan, ada beberapa faktor risiko yang dapat membuat seseorang lebih berisiko terkena penyakit ini.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...