Disebut Wadah Teroris Jamaah Islamiyah, Partai Dakwah Rakyat Indonesia Minta Klarifikasi Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Senin, 22 November 2021 | 15:56 WIB
google google

RIAU24.COM -  Beberapa hari yang lalu Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia Ustadz Farid Okbah ditangkap oleh Densus 88 terkait tindak pidana terorisme. Namun, pihak partai membantah dengan tegas bahwa partainya menampung teroris alumni Jamaah Islamiyah (JI) seperti yang telah disebut oleh beberapa pihak.

Kesal akan tuduhan tersebut, PDRI mengaku akan mengambil langkah hukum melaporkan anggota Polri ke Propam dan sejumlah warga sipil untuk dipolisikan.

Ismar Syafruddin, Ketua DPP Bidang Hukum dan Advokasi PDRI mengatakan, pihaknya juga meminta klarifikasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait beberapa anggota kepolisian yang disebut telah menuduh bahwa PDRI didirikan untuk menampung teroris JI.

Baca Juga: Korut Eksekusi Maati Siswa yang Selundupkan dan Jual Film Squid Game

“Meminta klarifikasi kepada Kapolri atas penyataan beberapa kalangan dari pihak kepolisian yang menuduh secara keji bahwa partai kami adalah partai yang didirikan Ketum kami untuk khusus menampung alumni-alumni JI. Ini suatu fitnah yang luar biasa, yang bisa menimbulkan kegaduhan. Pernyataan-pernyataan ini adalah hoaks yang mengandung kebohongan,” ujar Ismar kepada wartawan, dikutip Selasa 22 November 2021.

Ismar kemudian mengatakan, sejumlah anggota kepolisian yang menyebut PDRI didirikan sebagai wadah JI merupakan tindakan melanggar hukum. Tindakan itu, lanjut Ismar, akan membuat mati demokrasi.

Untuk itu, Ismar menyampaikan, pihaknya akan segera mengambil langkah hukum dengan melaporkan sejumlah anggota Polri ke Propam dan Irwasum.

“Kepada pihak-pihak yang mereka adalah anggota kepolisian sesuai aturan hukum kami akan melaporkan melalui Propam dan Irwasum. Dan itu akan segara kami lakukan dalam waktu dekat,” urainya.

Baca Juga: 50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

Lebih jauh, Ismar mengatakan untuk warga sipil yang juga memfitnah PDRI, maka juga akan ditempuh ke jalur hukum dengan melaporkannya ke Mabes Polri.

“Demikian pula bagi yang orang-orang sipil kami akan menempuh jalur hukum yakni di Mabes Polri. Semoga saja pihak kepolisian menegakan betul-betul permasalahan ini. Permasalahan ini benar-benar pidana dugaan fitnah dan hoaks,” kata Ismar lagi.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...