Dituduh Menistakan Ayat Alquran, Ternyata Ini Penyebab Manajer Pabrik Dibakar Hidup-hidup

Senin, 06 Desember 2021 | 09:44 WIB
google google

RIAU24.COM -  Seorang manajer pabrik dihajar massa buruh lalu dibakar hidup-hidup di Sialkot, Pakistan, Jumat (3/12).

Manajer pabrik asal Sri Lanka ini dituduh telah menistakan ayat Alquran. Ternyata Itu hanya tuduhan mentah dari dua tersangka utama yang dendam kerap dicaci maki korban karena kinerja mereka buruk.

Korban, Priyantha Diyawadana Kumara (49) diamuk atas tuduhan menurunkan poster berisi ayat Alquran di dinding bangunan pabrik.

Poster yang diturunkan itu sebenarnya poster Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), partai terlarang di Pakistan yang terkenal radikal.

Baca Juga: Wanita Spanyol Ini Mengaku Minum Darah Haid dan Menggunakannya Sebagai Facial, Ini Alasannya...

Dua tersangka utama, Farhan Idrees dan Usman Rasheed, mengaku sering dicaci korban karena hasil kerja yang buruk dan tidak disiplin. Mereka lantas menghasut rekan-rekan buruh mereka untuk membunuh korban dengan dalih "penistaan agama".

Pengakuan kedua tersangka itu disampaikan kepada polisi yang menyelidiki kasus amuk massa tersebut.

Korban selama ini dikenal sebagai seorang insinyur tekstil dengan kualifikasi terbaik. Dia dikenal tegas dalam menegakkan disiplin.

Kedua tersangka dalam wawancara dengan stasiun televisi lokal di tempat pembunuhan mengeklaim bahwa mereka membunuh "penista agama".

Baca Juga: Kaget, Pendeta Lakukan Ruqyah Saat Lihat Wanita Ini, Bola Mata Hitam Bak Setan

Rinciannya detailnya, pada 3 Desember, Priyantha Kumara diseret keluar pabrik ke jalan, ditendang, disiksa, dan dipukuli dengan batang dan tongkat besi oleh ratusan buruh atas tuduhan penistaan agama. Kemudian, dia dibakar hidup-hidup hingga meninggal.

Awalnya, Kumara telah mencopot poster Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) dari dinding bangunan pabrik sebelum memplester bangunan tersebut.

Pencopotan poster itu menjadi kesempatan bagi para tersangka yang sakit hati kepada korban untuk menyelesaikan masalah dengan menyebarkan desas-desus bahwa korban telah melakukan penistaan agama.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...