Kematian Pria Ini Diperkirakan karena Efek Vaksin COVID-19, Otoritas Kesehatan Selandia Baru Luncurkan Penyelidikan

Selasa, 07 Desember 2021 | 13:54 WIB
Ashleigh Wilson dan Rory Nairn akan menikah pada bulan Maret. Gambar: NZ Herald Ashleigh Wilson dan Rory Nairn akan menikah pada bulan Maret. Gambar: NZ Herald

RIAU24.COM - Kematian seorang pria Dunedin sedang diselidiki oleh otorirtas kesehatan Selandia Baru untuk memastikan kaitannya dengan vaksin Covid-19 yang baru saja diterimanya 12 hari lalu.

Baca Juga: 40 Operasi Sudah Dijalani, Remaja Suriah Korban Ledakan Bom Ini Dambakan Kehidupan Baru di Turki

Rory James Nairn (26) meninggal pada 17 November di rumah yang dia tinggali bersama tunangannya Ashleigh Wilson.

Penyebab pasti kematiannya belum diketahui. Namun, Nairn mendapat dosis vaksin pertamanya, Pfizer, pada 5 November.

Baca Juga: Gereja yang Satu Ini Siapkan Doa Khusus Buat Pecandu Game Online

Tunangannya, Wilson, merasa frustrasi karena belum ada jawaban yang jelas tentang penyebab kematian kekasihnya itu.

Wilson mengatakan bahwa Nairn mulai merasa jantung berdebar beberapa jam setelah disuntik vaksin.

“Rory mengalami palpitasi jantung secara teratur di malam hari, dan sekali lagi, kami pikir ini adalah stres,” katanya.

"Dua belas hari kemudian, panas Rory naik turun lagi di malam hari dengan jantung berdebar-debar dan perasaan 'tidak nyaman' di dadanya.”

Pada pukul 3 pagi pada 17 November pasangan itu memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Rory Nairn.

Beberapa menit sebelum berangkat ke rumah sakit, Nairn pingsan.

“Saya melihat dia meregang nyawa dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kami akan pergi ke rumah sakit dan dia berada di toilet dan saya mendengar bunyi gedebuk.”

“Itu benar-benar traumatis,” kenang Wilson.

“Dia jatuh, tubuhnya menghalangi pintu, seluruh bebannya melawan dan saya tidak bisa menangkatnya.”

Wilson menelepon 111, paramedis tiba dan selama 40 menit berupaya untuk menyadarkan Nairn, tetapi dia dinyatakan meninggal.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...