Menu

Tak Hanya Menarik, Dokumenter 'The Tinder Swindler' Berikan 5 Pelajaran saat Kencan

Rizka 10 Feb 2022, 09:37
google
google

RIAU24.COM -  Serial dokumenter Netflix, The Tinder Swinder, berkisah soal penipuan dalam aplikasi kencan online.

Jika kamu berpikir menjadi korban penipuan besar-besaran karena mengencani orang asing dari aplikasi kencan hanya berada di film-film, ternyata itu semua bisa terjadi di dunia nyata dan itulah yang tertuang dalam film dokumenter The Tinder Swindler ini

Sesuai dengan judulnya, penipuan terjadi diawali lewat aplikasi kencan Tinder dan dilakukan seorang penipu bernama Shimon Yehuda Hayut. Lahir dan besar di sebuah kota kecil di luar Tel Aviv, Israel, Shimon mengaku sebagai Simon Leviev, putra Lev Leviev, seorang pengusaha Israel terkenal yang dikenal sebagai "Raja Berlian".

Dalam The Tinder Swindler, diceritakan bahwa Simon berhasil menipu tiga wanita dengan sejumlah besar uang, salah satunya adalah Cecilie Fjellhøy, wanita berdarah Norwegia yang tinggal di London. Akibat bujuk rayu Simon dan kepercayaan Cecilie padanya, wanita berusia 33 tahun itu harus berutang hingga sebanyak $250.000 ke 9 bank berbeda.

Tim dokumenter sendiri memperkirakan bahwa Simon berhasil menipu lebih dari $10 juta dari wanita di seluruh dunia dan bahkan pernah dipenjara (meskipun saat ini bebas). 

Agar tak jatuh pada kesalahan seperti para wanita di The Tinder Swindler, berikut adalah sejumlah pelajaran yang bisa kita petik.

1. Membuat klaim berlebihan

Seseorang yang membuat klaim berlebihan terhadap hidup dan pencapaiannya bisa jadi berbahaya. Jadi, jangan langsung terpukau pada foto profil yang menampilkan pria yang berfoto di depan jejeran mobil mewah atau uang bertebaran. Emyli Lovz, dating coach asal Amerika Serikat mengatakan, orang yang terlalu mencolok di aplikasi kencan sebenarnya tidak pernah memiliki gaya hidup mewah yang ditampilkannya itu. Sering kali, mereka akan menolak berbagi bill atau membayar saat pertemuan pertama.

2. Terlalu bagus untuk jadi nyata

"Ketika seseorang tampak sempurna, kemungkinan ada sesuatu yang mereka sembunyikan," kata Amber Lee, relationship expert dari AS.

Ia menyarankan kita untuk segera menjauhkan diri ketika ada orang terlalu sempurna dan langsung menyatakan cinta pada pertemuan pertama. Mereka akan menghujani kita dengan perhatian dan cinta sampai akhirnya lengah dan terjebak, seperti di The Tinder Swindler.

3. Hubungan berkembang terlalu cepat

Seseorang yang memaksakan hubungan kita harus berkembang cepat dalam waktu singkat juga berbahaya. Mereka berusaha membuat kita terbuai dengan manis percintaan sehingga lengah dan tidak lagi waspada. Tindakan ini dikenal juga dengan penipuan emosional yang harus dikenali saat mencari pasangan di aplikasi kencan.

4. Mengajukan terlalu banyak pertanyaan

Jika kita merasa jengah diberikan terlalu banyak pertanyaan oleh orang yang ditemui di Tinder, itu bisa menjadi tanda bahaya. Bertanya soal kehidupan orang lain itu normal namun mencurigakan jika berlebihan. Pertanyaan berulang tentang hubungan masa lalu kita bisa mengindikasikan orang itu sedang mencoba membangun kepribadiannya sesuai dengan selera kita. Selain itu, perhatikan jika orang tersebut menanyakan soal nama ibu, hewan peliharaan pertama, mobil pertama dan tempat kita dibesarkan. Pasalnya, sejumlah hal itu merupakan pertanyaan keamanan umum dan banyak dipakai untuk membobol akun penting.

5. Enggan bertemu langsung

Para penipu cinta menghindari bertemu langsung dengan korbannya dengan berbagai dalih. Perilaku ini menandakan, orang yang kita temui di aplikasi mungkin saja tidak pernah nyata.