Menu

Gubri Syamsuar Paparkan Potensi Riau di Kemenlu dan Buka Peluang Investasi

Ogas 12 Apr 2022, 15:34
Gubri Syamsuar Paparkan Potensi Riau di Kemenlu dan Buka Peluang Investasi
Gubri Syamsuar Paparkan Potensi Riau di Kemenlu dan Buka Peluang Investasi

RIAU24.COM -  Meskipun target realisasi investasi Provinsi Riau telah mencapai 50 % persen lebih di triwulan pertama tahun 2022, ternyata belum membuat Gubernur Riau berpuas diri dan terus mencari calon investor yang mau menanamkan modalnya ke Bumi Melayu Lancang Kuning, Rabu (05/04/21).

Syamsuar mengunjungi Kementerian Luar Negeri dan bertemu langsung oleh Direktur Jenderal Amerika - Eropa, Bapak I Gede Ngurah Swajaya.


Disambut pada ruang kerjanya, Dirjen Kementerian Luar Negeri Amerika Eropa mendengar langsung dari H Syamsuar berbagai potensi yang ada di Provinsi Riau, mulai dari potensi alam seperti Kelapa, sagu, madu hingga potensi pariwisata yang menarik.


zxc1

Hubungan hangat antara Gubernur Riau dan Dirjen Kemenlu Amerika Eropa sebenarnya sudah terjalin lama, saat H Syamsuar mengikuti program kepemimpinan di Singapura beberapa tahun silam, saat itu Bapak Ngurah Swajaya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Singapura.

H Syamsuar melanjutkan, Provinsi Riau saat ini menjadi jantungnya Sumatera dengan kondisi yang kondusif, berbagai kemudahan turut ditawarkan dan menjadikan Provinsi Riau masuk dalam 4 besar tujuan investasi terbesar di Indonesia.

Untuk diketahui tahun 2021 Realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Provinsi Riau mencapai Rp53,05 triliun, dan telah menyerap sebanyak 61.195 tenaga kerja. 
zxc2

Hal ini pun membawa Provinsi Riau menerima penghargaan capaian realisasi investasi terbesar di 2021 di Gedung Kementerian Investasi/BKPM, dan diberikan langsung oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia.

Ada tujuh provinsi yang diganjar penghargaan bergengsi itu. Secara berurut sesuai peringkat dan besaran investasi, yakni: Jawa Barat (Rp1036,13 triliun), DKI Jakarta (Rp103,33 triliun), Jawa Timur (Rp79,55 triliun), Banten (Rp57,96 triliun), Riau (Rp53,05 triliun), Jawa Tengah (Rp52,71 triliun) dan Maluku Utara (Rp43,84 triliun). (Adv)