Wanita Ini Menyandang Gelar Sebagai Panglima Perang Paling Ditakuti, Siapa?

Kamis, 12 Mei 2022 | 05:44 WIB
Ilustrasi perjuangan rakyat Aceh mengusir Belanda. Sumber: Internet Ilustrasi perjuangan rakyat Aceh mengusir Belanda. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Hampir semua sejarawan nasional menobatkan Teungku Fakinah sebagai panglima perang perempuan yang begitu ditakuti dan disegani Belanda.

Alasannya tentu saja karena wanita bardarah Aceh ini memiliki keberanian diatas rata-rata jika dibandingkan dari wanita lainnya dalam hal melawan penjajah dikutip dari sindonews.com.

Semua bermula ketika Teungku Fakinah muda mengalir darah bangsawan dan ulama.

Baca Juga: Ini Jawaban UAS Usai Disebut Ekstrimis oleh Singapura

Panglima perang ini lahir dari putri dari Datu Mahmud, seorang pejabat tinggi kerajaan. Sedang ibunya seorang putri ulama besar yang pengetahuannya tentang ajaran Islam sangat luas.

Pada masa mudanya, Fakinah sempat mengikuti latihan militer di Akademi Militer Baitul Maqdis milik kerajaan. Dari akademi militer itulah dia kemudian bertemu dengan suaminya, seorang perwira muda dan juga ulama Teungku Ahmad.

Berdua, mereka mengajar ilmu agama Islam di Pusat Pendidikan Islam Dayah Lam Pucok yang dibangun oleh orang tua Fakinah. Sejak Fakinah mengajar di pesantren itu, murid-muridnya mulai banyak dari kalangan wanita.

Baca Juga: Cerita Jenderal Sudirman dan Nasi Oyek

Dia juga melakukan perubahan kurikulum pondok pesantren di tempatnya mengajar, di mana selain mengajarkan bahasa Arab dan ilmu agama, serta umum.

Saat Belanda mendarat di Pantai Cermin, rakyat Aceh menyambutnya dengan perlawanan mengangkat senjata, termasuk dirinya.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...