Menu

Krisis di Sri Lanka Sebabkan Seorang Bayi Meninggal Setelah Sang Ayah Mencari Bensin Selama Berjam-jam Untuk Membawanya Ke Rumah Sakit

Devi 24 May 2022, 10:27
Foto : Internet
Foto : Internet

RIAU24.COM -  Di tengah krisis Bahan Bakar Sri Lanka, banyak tragedi terduga yang dihadapi oleh warga.

Dapatkah Anda membayangkan rasa bersalah yang harus ditanggung seorang ayah karena dia mendapatkan  satu liter bensin yang bisa membantunya menyelamatkan nyawa putrinya dengan membawanya ke rumah sakit tepat waktu?

zxc1

Kisah tersebut diceritakan oleh Shanaka Roshan Pathirana, Petugas Medis Yudisial rumah sakit Diyatalawa. Ia mengak terpaksa melakukan postmortem terhadap seorang bayi dan membagikan kisah yang menyayat hati tersebut di media sosial.

Di Haldamulla, sekitar 190 kilometer dari ibu kota Kolombo, seorang ayahh ingin membawa bayi mereka ke rumah sakit. Dia menunjukkan tanda-tanda penyakit kuning dan menolak untuk disusui.

Ayah bayi mencari bensin selama berjam-jam dengan krisis bahan bakar yang sedang berlangsung.  Akhirnya, ketika bayi itu tiba di sebuah rumah sakit di Haldamulla, para dokter harus memindahkannya ke Unit Perawatan Darurat di Rumah Sakit Diyatalawa.

Karena terlambat membawa sang anak, kesehatan si bayi memburuk, dan dia meninggal.

"Sangat menyedihkan untuk melakukan postmortem karena semua organ bayi tumbuh dengan baik. Kenangan menyedihkan bagi orang tua bahwa mereka tidak dapat menyelamatkan bayi mereka hanya karena mereka tidak dapat menemukan satu liter bensin akan menghantui mereka selamanya," kata Pathirana dalam posting media sosialnya sambil menuduh otoritas politik gagal membantu orang di tengah krisis ekonomi terburuk yang pernah ada.

Di tengah krisis yang sedang berlangsung di Sri Lanka, Menteri Pendidikan Susil Premajayantha mendesak negara itu untuk membantu mengangkut anak-anak memulai ujian Tingkat Biasa GCE yang penting pada hari Senin.

“Atas nama kemanusiaan, tolong bantu dan berikan tumpangan kepada seorang anak yang tertunda untuk mengikuti ujian tanpa transportasi. Juga, jangan menghalangi jalan bagi para siswa dan tenaga medis,” pinta sang Menteri.

Sri Lanka saat ini menghadapi keadaan darurat listrik dan bahan bakar yang parah dan sedang berjuang untuk menemukan dolar untuk mengimpor bahan bakar dan gas, di antara hal-hal penting lainnya.