Menu

Tolak Kedatangan UAS, Pemerintah Singapura Ogah Minta Maaf

Devi 24 May 2022, 11:17
Foto: Dubes Singapura untuk Indonesia (Facebook Kedubes Singapura di Jakarta)
Foto: Dubes Singapura untuk Indonesia (Facebook Kedubes Singapura di Jakarta)

Shanmungam pun menyoroti sikap dari para pendukung UAS yang radikal dan segera menyerang Singapura dengan berbagai ancaman di media sosial. Menurutnya, UAS benar-benar menggunakan media sosial secara maksimal untuk menyebarkan pandangannya.

Setelah adanya penolakan, para pendukung UAS langsung membanjiri halaman media sosial lembaga pemerintah Singapura, termasuk pejabat politik dan dirinya dengan berbagai ancaman. Mereka menyerukan ancaman seperti serangan siber situs pemerintah, media sosial, boikot Singapura dan agar orang Indonesia berhenti mengunjungi Singapura.

Ada pula yang mengancam untuk mengebom dan menghancurkan Singapura. "Singapura negara kecil, tapi arogan. Dengan satu misil ditembakkan dan kalian tamat," bunyi salah satu komentar pendukung UAS di Facebook yang disorot Shanmugam

Selain itu, sejumlah pendukung UAS bahkan mengancam akan mengirim tentara Islam dan menyerang Singapura seperti pada 11 September 2001 di New York.

"Semua karena kami menggunakan hak kami menolak seseorang masuk ke Singapura," kata Shanmugam seperti dikutip The Straits Times.

Shanmungham menuturkan bahwa Singapura tak menoleransi dan tak akan berpihak terhadap segala bentuk ujaran kebencian dan ideologi yang memecah belah. Perlakuan ini berlaku untuk setiap orang yang ingin masuk dan berada di Singapura.

Halaman: 123Lihat Semua