Meski Pandemi Telah Berakhir, Badai PHK di Startup Belumlah Usai

Jumat, 27 Mei 2022 | 15:20 WIB
Foto: Ilustrasi PHK  Foto: Ilustrasi PHK

RIAU24.COM - Badai PHK tengah menerjang para pegawai di beberapa startup terkemuka. Yang mengejutkan, ada kemungkinan fenomena ini masih akan berlanjut. Beberapa perusahaan besar seperti LinkAja, Zenius, hingga JD.ID telah mengambil langkah tersebut. Hal ini disinyalir tidak terlepas dari fenomena bubble burst.

"Pasti ke depan startup akan mulai banyak PHK, baik dalam skala kecil maupun besar," ujar Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi kepada detikcom, Jumat (27/05/2022).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Rp443 Miliar Manfaat Program Selama Setahun di Provinsi NTB


Menurutnya, jika sampai dua tahun ke depan para startup tersebut tidak bisa berkembang, maka startup dipastikan akan gugur. Dia berharap pemerintah bisa turun tangan menyelidiki fenomena ini agar sejalan dengan target pemerintah memiliki 25 unicorn di 2024.

"Jadi, satu hingga dua tahun ke depan merupakan masa krusial bagi para startup," tambahnya.

Sementara itu, eks Ketua Umum Asosiasi e-commerce Indonesia, Ignatius Untung berpendapat fenomena PHK di startup bukanlah bagian dari bubble burst. Menurutnya hal ini lebih dikarenakan kondisi ekonomi dunia yang memang tengah lesu.

Baca Juga: Jokowi Tandatangani Pakta Perdagangan Terbaru dengan UEA, Apa Saja Isinya?

"Jangankan resesi, sekarang saja sudah banyak supermarket besar bahkan hypermarket dan toko offline lainnya yang tutup padahal belum terjadi resesi," ujar Ignatius kepada detikcom.

Bahkan, lanjut dia, fenomena PHK besar-besaran ini bukan hanya perlu dikhawatirkan oleh pegawai startup saja, tetapi juga di pegawai perusahaan konvensional. Menurutnya fenomena ini tak terbatas terjadi di lingkungan startup saja.

"Pilihannya ketika pemasukannya sudah tidak terlalu banyak itu yang pertama fund rising dengan mencari investor. Tapi itu susah karena nggak banyak investor yang mau. Option kedua yaitu dengan efisiensi dan salah satunya dengan melakukan PHK," ujar dia.

PenulisR24/dev


Loading...

Loading...