Menu

Cerita Pangeran Diponegoro yang Tak Mendapatkan Dukungan Rakyat

Azhar 6 Jun 2022, 06:49
Ilustrasi. Sumber: Internet
Ilustrasi. Sumber: Internet

RIAU24.COM Pangeran Diponegoro pernah dibuat kerepotan oleh rakyat yang seharusnya mengikuti perjuangan gerilyanya.

Hal itu terungkap dalam buku "Takdir : Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1855" dari Peter Carey, dikutip dari okezone.com.

Semua bermula ketika Ngabehi, paman Pangeran Diponegoro menulis surat ke Sentot memberitahukan jika salah satu pejabat pajaknya dihukum cambuk di muka umum karena memungut pajak lebih banyak dari ketentuan.

Kondisi itu membuat pejabat lokal yang semula mendukung Pangeran Diponegoro, berbalik menentangnya.

Termasuk dilakukan oleh rakyat yang mengungsi ke wilayah yang berada di bawah kendali benteng Belanda, karena dirasa lebih terjamin dan kesempatan ekonomi lebih baik.

Lama kelamaan, ikatan rasa saling percaya dan kerja sama antara pasukan Diponegoro dan penduduk desa setempat rusak.

Pada 11 November 1829 Diponegoro nyaris tertangkap di Pegunungan Gowong oleh pasukan gerak cepat ke-11 yang dikomandoi Mayor A.V. Michiels lantaran tak mendapatkan dukungan dari rakyat.

Diponegoro akhirnya memutuskan masuk ke hutan-hutan di sebelah barat Bagelen dengan hanya ditemani dua punakawan atau pengiring terdekat, yakni Bantengwareng dan Roto, yang melayani segala kebutuhan Pangeran Diponegoro dan bertindak sebagai penunjuk jalan dan penasihatnya.