Mengenal Marsekal Purn Hadi Tjahjanto yang Kini Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri ATR

Rabu, 15 Juni 2022 | 14:23 WIB
mantan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Sumber: Internet mantan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Sumber: Internet

RIAU24.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk mantan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Rabu, 15 Juni 2022.

Hadi menggantikan posisi Sofyan Djalil dikutip dari sindonews.com.

Sebelum ditunjuk Jokowi menjadi menteri, Hadi merupakan Alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) Tahun 1986.

Setelah lulus dari AAU, Hadi remaja dilantik sebagai perwira TNI AU dengan pangkat Letda oleh Presiden Soeharto pada 20 September 1986.

Baca Juga: Kelompok Pendukung Jokowi, Projo akan Usung Kandidat Presiden di Pemilu 2024

Dirinya mengawali karier di Skadron Udara 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Dari sana dia menjadi pilot pesawat angkut Cassa. Pada tahun 1993, kariernya meningkat menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.

Tahun 1996 Hadi berganti memimpin pesawat angkut berat sebagai Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.

Kemudian memimpin pendidikan penerbang sebagai Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarmo tahun 1997.

Dilanjutkan menjadi Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarmo pada 1998. Pada tahun yang sama, ia menjabat sebagai Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI.

Setahun kemudian, tahun 1999, menjadi Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto. Memasuki tahun 2000 dipercaya menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto.

Lalu mendapatkan promosi sebagai Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adi Sumarmo, Jawa Tengah, 10 tahun kemudian.

Pada tahun 2011, Hadi mulai ditugaskan di luar TNI AU. Kala itu dia ditunjuk sebagai Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI dan Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara.

Ketika berpangkat Kolonel, dirinya dipercaya menjadi Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional. Dua bulan menjabat, nama Hadi ditunjuk sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) yang menjadikannya juga pecah bintang menjadi Marsekal Pertama (Marsma).

Setelah menjabat Kadispenau, Hadi kembali mendapat promosi sebagai Komandan Lanud Abdul Rachman Saleh.

Pada Juli 2015, Hadi ditugasi menjadi Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Ini Balasan Demokrat Setelah PDIP Sebut Tak Mau Berkoalisi

Saat mendapatkan tugas tersebut, pangkatnya naik menjadi Marsekal Muda atau Marsda.

Pada bulan November 2016, Hadi dilantik menjadi Irjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan pangkat Marsekal Madya (Marsdya).

Berlanjut pada 18 Januari 2017 dia terpilih menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan Agus Supriatna yang masuk dalam masa purna tugas.

Pangkatnya dinaikkan menjadi Pati bintang empat atau Marsekal. Hingga pada akhirnya, karier militer Hadi mencapai puncak setelah dicalonkan oleh Presiden Jokowi menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo pada tanggal 8 Desember 2017.

PenulisR24/azhar


Loading...

Loading...