Tragis, Usai Diberi Sabu Oleh Pamannya, Bocah Berusia 3 Tahun Ini Dilarikan ke Rumah Sakit Dalam Kondisi Kritis

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:06 WIB
Foto : Internet Foto : Internet

RIAU24.COM - Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun sedang berjuang untuk hidupnya setelah ia dilarikan ke Rumah Sakit Gua Musang di mana obat-obatan ditemukan dalam sistem tubuhnya. Berdasarkan laporan Astro Awani, Pj Kapolres Kelantan, Datuk Muhamad Zaki Harun menceritakan bahwa paman bocah itu ditahan untuk membantu penyelidikan kasus ini.

Ia menambahkan, kejadian ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah negara Malaysia.

sabu 1

Baca Juga: Amerika Serikat Sebut Telah Membunuh Pemimpin Senior Kelompok yang Terkait dengan al-Qaeda di Suriah

“Ada laporan dari dokter di Gua Musang kemarin jam 5 pagi, pelapor menerima pasien anak kritis usia 3 tahun 9 bulan, dibawa oleh ibunya. Saat diperiksa, ternyata di tubuh anak itu terdapat narkoba. Kasus ini cukup mengejutkan. Anak itu diyakini berada di bawah perawatan pamannya pada saat kejadian dan penyelidikan sedang dilakukan untuk memastikan apakah anak tersebut diberi obat-obatan atau dibiarkan terkena obat-obatan,” katanya.

Diungkapkan bahwa iocah itu dalam keadaan lemah oleh sang ibu dan mengalami perubahan warna di wajahnya setelah pamannya mengantarnya pulang. Curiga dengan kondisi sang anak, ibunya pun segera membawanya ke rumah sakit.

Baca Juga: Gadis 2 Tahun di China Tewas Setelah Seorang Pengasuh Meninggalkannya di Lift

sabu 2

Menurut Muhamad Zaki, sabu yang ditemukan di tubuh bocah itu adalah sabu dalam jumlah yang tidak diketahui . Setelah penangkapan paman anak laki-laki itu, dia mengaku membawa anak itu ke tempat yang diyakini sebagai pelabuhan narkoba. Anak laki-laki tersebut telah dirujuk ke Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II untuk perawatan lebih lanjut.

Kasus ini sekarang sedang diselidiki berdasarkan Bagian 31 (1) (a) Undang-Undang Anak 2001 dan penyelidikan juga sedang dilakukan pada apakah ada kelalaian dari pihak orang tua anak laki-laki itu.

 

PenulisR24/dev


Loading...

Loading...