Profil Buya Arrazy, Pengasuh Lembaga Tasawuf yang Anaknya Tewas Tertembak Pistol Anggota Polri

Kamis, 23 Juni 2022 | 08:30 WIB
K.H. Arrazy Hasyim, atau Buya Arrazy /surabaya.tribunnews.com K.H. Arrazy Hasyim, atau Buya Arrazy /surabaya.tribunnews.com

RIAU24.COM - Anak Buya Arrazy Hasyim yang berusia 3 tahun meninggal dunia akibat senjata api milik seorang petugas Polri.

Buya Arrazy Hasyim adalah seorang ulama pengasuh lembaga tasawuf Ribath Nouraniyah di Ciputat. Ia memiliki dua orang balita yang berusia 5 dan 3 tahun. 

Putra kedua Buya Arrazy yang berusia 3 tahun tersebut meninggal dunia di Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban. Balita 3 tahun itu tertembak dalam sebuah insiden yang terjadi di rumah mertua Buya Arrazy.

Menurut laporan dari Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M Gananta, yang dilansir dari detik.com peristiwa nahas tersebut benar terjadi.

Baca Juga: Tagar Bersih Bersih BUMN Trending, Erick Thohir Ungkap Mafia di 3 Perusahaan Besar BUMN

Gananta menyebutkan bahwa kematian balita 3 tahun tersebut akibat tertembak oleh kakaknya yang berusia 5 tahun dengan senjata api milik salah satu petugas Polri yang bertugas mengawal Buya Arrazy.

Profil dan Biodata Buya Arrazy

Berikut adalah profil dari Buya Arrazy yang diambil dari berbagai sumber dikutip dari solopos.com.

Buya Arrazy merupakan pendiri sekaligus pengasuh lembaga tasawuf Ribath Nouraniyah Hasyimiyah yang ada di Ciputat.

Buya yang memiliki nama lengkap K.H. Arrazy Hasyim ini lahir di Koto Tangah, Payakumbuh, Sumatra Barat pada 21 April 1986. 

Nama Buya Arrazy yang bergelar doktor ini populer setelah video ceramahnya di Youtube yang banyak dilihat oleh pengunjung platform media sosial tersebut..

Buya Arrazy memiliki orang tua yang bernama Nur Akmal dan Asni.

Ia menikahi istrinya yang bernama Eli Ermawati MS pada 11 Juli 2012 dan dikarunai tiga orang anak yakni Hisyam Faqih Arrazy, Hushaim Shah Wali Arrazy dan Helena Nour Arrazy.

Anak kedua Buya Arrazy yang bernama Hushaim Shah Wali Arrazy inilah yang meninggal dalam peristiwa nahas tersebut.

Baca Juga: Cerita Jemaah Haji Termuda Takalar, Gantikan Orangtua Setelah Jadi Yatim Piatu

Pria asal Sumatera Barat ini menamatkan SD tahun 1998 dan MTsN tahun 2001 di Payakumbuh, Sumatra Barat.

Sempat melanjutkan studi ke MAN 2/MAKN Payakumbuh pada tahun 2002, Arrazy pindah ke MAN 1 Model Bukittinggi dan tamat pada tahun 2004.

Setelah lulus, Arrazy melanjutkan pendidikan ilmu hadis di pesantren mahasiswa Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences dan menyelesaikan studinya pada tahun 2008.

Pria dengan tiga orang anak ini melanjutkan pendidikan S1 nya di UIN Syarif Hidayatullah dengan mengambil Jurusan Akidah dan Filsafat Islam dan lulus tahun 2009.

Arrazy melanjutkan S2 dengan Jurusan Pengkajian Islam di UIN Syarif Hidayatullah dan lulus pada 2011.

Setahun berselang, Arrazy kembali melanjutkan studi S3 nya di jurusan dan Universitas yang sama dan lulus pada tahun 2017.

Setelah lulus S3 Arrazy berfokus menjadi pengasuh di Ribath Nouraniyah, lembaga kajian turats, ilmu akidah, tasawuf dan amaliah zikir yang berpusat di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Diketahui, ia juga merupakan seorang Dosen Pascasarjana di Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta serta pengajar hadis dan akidah di Darus-Sunnah. Sebelumnya, ia pernah menjadi dosen di Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2012 hingga 2019.


 

PenulisR24/tya


Loading...

Loading...