Menu

Ketika Cebong dan Kamret Bisa Disatukan dengan Pilpres 2024

Azhar 11 Jul 2022, 20:40
Presiden RI Joko Widodo (kiri), Ketua DPR Puan Maharani (tengah), dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan). Sumber: RMOL
Presiden RI Joko Widodo (kiri), Ketua DPR Puan Maharani (tengah), dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan). Sumber: RMOL

RIAU24.COM - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku mengetahui cara menyatukan kelompok cebong dan kampret.

Di media sosial, muncul sebutan bagi pendukung Presiden Joko Widodo yakni cebong. Sementara tokoh selain Jokowi kerap disebut kampret.

Kata Bahlil, cara menyatukan kedua kubu ini ialah dengan memasangkan Ketua DPR Puan Maharani dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024.

"Ini (pasangan Puan-Anies) bisa menjadi rekonsiliasi nasional antara cebong dan kampret. Dua-duanya paten, bagus juga. Toplah," ujarnya.

Kemunculan istilah cebong dan kampret lahir Jelang pemilihan presiden 2019.

Atau sejak Jokowi bertarung dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pilpres 2014.

Sinisme tersebut berlanjut bahkan sampai saat kini.