Penemuan Langka! Hiu Berjalan Ditemukan di Papua Nugini, Buat Geger Ilmuwan

Minggu, 31 Juli 2022 | 14:51 WIB
Ditemukan spesies hiu berjalan di Papua Nugini /pixabay Ditemukan spesies hiu berjalan di Papua Nugini /pixabay

RIAU24.COM Penemuan hiu berjalan yang sangat langka di Papua Nugini telah mengejutkan para ilmuwan. Ikan yang disebut hiu epaulette — juga dikenal sebagai Hemiscyllium Ocellatum — ini unik di antara spesies hiu karena memiliki kemampuan berjalan di darat.

Baca Juga: Hari Gajah Sedunia: India Kehilangan Banyak Gajah Karena Sengatan Listrik Dan Dilindas Kereta Api, Daripada Perburuan

Makhluk langka itu terlihat di pantai pulau Papua Nugini pada 3 Mei lalu.

Konservasionis dan ahli biologi, Forrest Galante baru-baru ini membagikan rekaman langka dari spesies yang tidak biasa ini untuk episode Discovery Channel's new Shark Week yang disebut Pulau Hiu Berjalan.

Dia telah melakukan perjalanan ke terumbu karang Kepulauan Solomon dan Papua Nugini untuk menyelidiki desas-desus tentang spesies hiu berjalan.

"Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah salah satu spesies tanda pangkat Papua didokumentasikan berjalan," kata Galante di acara itu. "Ini sangat luar biasa,” lanjutnya.

Dalam video tersebut, hiu berbintik cokelat dan hitam itu terlihat menggunakan siripnya untuk menyeret dirinya melintasi kolam air pasang yang hanya berisi air, bergerak seperti singa laut yang lamban saat menyeret tubuhnya melintasi pantai.

Para ilmuwan percaya bahwa hiu epaulette, yang ditemukan di seluruh pantai selatan Papua Nugini dan pantai utara Australia, mengembangkan kemampuan berjalan karena membantu mereka mencari makanan di lingkungan yang tidak dapat dihuni oleh hiu lain.

"Semua sifat dipilih ketika memungkinkan (suatu spesies) untuk bertahan hidup lebih baik dan meningkatkan lingkungan di mana mereka aman dan bisa mendapatkan makanan," kata Gavin Naylor, direktur Program Florida untuk Penelitian Hiu di Museum Sejarah Alam Florida di Gainesville, dikuip dari Live Science.

Hiu tanda pangkat tumbuh sekitar 3,3 kaki (1 meter) panjangnya dan berenang di terumbu karang dangkal untuk berburu makanan pilihan mereka, yakni kepiting dan invertebrata lainnya.

Saat air pasang surut, mereka dapat terlihat nongkrong di kolam air pasang dan mengunyah makhluk-makhluk itu.

"Tapi begitu selesai, mereka terjebak. Apa yang dipelajari oleh tanda pangkat adalah memanjat karang dan menceburkan diri ke kolam pasang berikutnya," kata Naylor.

Baca Juga: Gejala Kolesterol Tinggi, Inilah Tanda yang Menunjukkan Kolesterol Anda Sangat Tinggi

Menurut sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Marine & Freshwater Research, hiu epaulette diyakini telah mengembangkan kemampuan berjalan dalam 9 juta tahun terakhir, yang menurut para ilmuwan sangat cepat untuk hiu.

(***)

PenulisR24/tya


Loading...
Loading...