Inilah yang Dilakukan Rasulullah Agar Hidup Berkah Dunia Akhirat

Jumat, 16 September 2022 | 09:00 WIB
Inilah yang dilakukan Rasulullah agar hidup berkah dan produktif /pixabay Inilah yang dilakukan Rasulullah agar hidup berkah dan produktif /pixabay

RIAU24.COM Ustaz Budi Ashari mengatakan tidak ada manusia yang paling produktif dan yang paling berkah usianya melainkan Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Marah! Eks Vokalis Payung Teduh Is Pusakata: Lagu 'Akad' Hanya Boleh Dinyanyikan Pria

Dai yang dikenal sebagai pakar sejarah Islam ini mengatakan, rahasia bahwa hidup Rasulullah adalah yang paling produktif dan usianya paling berkah yakni konsep tidur (istirahat) yang dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.

Ustaz Budi menyebutkan mustahil orang dapat melakukan karya-karya besar jika usianya mubazir (sia-sia).

Diketahui, sejak 14 abad lalu, Rasulullah telah mencontohkan cara tidur yang paling berkah dan efektif. Urusan tidur bukan hal yang sepele karena yang membimbing Nabi Muhammad langsung adalah wahyu dari Allah SWT (Al-Qur'an).

"Ketika Al-Qur'an membahas tentang tidur, berarti ini urusan yang sangat serius, bukan hal sepele. Apa dalilnya? Lihat Qur'an Surah 73, Allah berfirman, Yaa Ayyuhal-Muzzammil (wahai orang yang berselimut (Muhammad)," kata Ustaz Budi Ashari.

“Wahai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan," sambunya membacakan QS Al-Muzzammil Ayat 1-4.

Kapan Nabi diperintahkan bangun oleh Allah SWT?

Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah Ta'ala untuk bangun pada tengah malam.

Ustaz Budi menjelaskan perhitunga tengah malam yang dimaksud.

“Gampang caranya, karena malam dimulai adzan Maghrib dan diakhiri dengan adzan Shubuh. Kemudian hitunglah dengan membagi dua, maka bangunnya tengah malam,” katanya.

Dalam satu hadis, Rasulullah mengabarkan bahwa bangun pagi paling terlambat adalah pada waktu adzan pertama Shubuh, sekira membaca 50 ayat (10-15 menit) sebelum Shubuh. Itulah waktu bangun pagi paling terlambat.

Adzan pertama fungsinya mengingatkan yang Qiyamul Lail agar istirahat sejenak. Fungsi kedua adalah membangunkan yang masih tidur. Kaum muslimin diajarkan bangun tidur paling lambat 10 menit sebelum adzan Shubuh.

Persoalan bangun tidur sangat penting untuk produktivitas dan keberkahan hidup. Untuk diketahui, Rasulullah SAW itu sehari tidur 3 kali, tetapi tidak ada yang panjang.

Lebih lanjut, Ustaz Budi menuturkan durasi tidur Nabi Muhammad dalam satu hari.

“Coba kita hitung waktu paling tengah, karena waktu tropis berbeda dengan waktu di Timur Tengah. Shubuh tidak bergeser dari hari ke hari. Berapa jam Nabi tidur? Hitunglah tidur sejak Isya hingga bangun jam 12 malam. Nabi tidur 4 jam,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan aktivitas apa saja yang Rasulullah lakukan sehingga Nabi menjadi manusia paling produktif dan usianya berkah.

“Aktivitas baginda Nabi di malam hari adalah Qiyamul Lail dan tartil Qur'an. Setelah beliau melakukan aktivitas malam, ketemu adzan pertama (sebelum adzan Shubuh), di situlah beliau tidur lagi. Nabi baru terbangun ketika adzan Shubuh. Rentang waktu adzan pertama ke adzan Shubuh adalah 15 menit. Beliau tidur 15 menit,” terangnya.

Selanjutnya, waktu tidur Nabi yang ketiga adalah waktu qailulah, yaitu pertengahan siang sebelum masuk waktu Zhuhur. Nabi tidur hanya beberapa menit menjelang adzan Zhuhur.

Baca Juga: Inilah 10 Manfaat Kesehatan dari Tertawa

Nabi Muhammad SAW memulai aktivitasnya pada bakda Shubuh. Inilah salah satu rahasia produktivitas dan keberkahan hidup Nabi.

"Teman saya seorang ahli herbal mengatakan, siapa yang dapat menjaga tidur Qailulah tidak akan terkena serangan jantung. Ternyata resepnya menghidupkan Sunnah Nabi, " imbuh Ustaz Budi Ashari.

(***)

PenulisR24/tya


Loading...
Loading...